Hanura

Lieus: Hegemoni Parpol Sudah Selesai Di 2017

 JUM'AT, 22 DESEMBER 2017 , 20:48:00 WIB | LAPORAN: DAR EDI YOGA

Lieus: Hegemoni Parpol Sudah Selesai Di 2017

Lieus Sungkharisma

RMOL. Tahun 2017 adalah akhir dari puncak hegemoni partai politik di Indonesia dalam menentukan calon pemimpin bangsa sejak bergulirnya reformasi.
"Dua tahun mendatang, 2018-2019, harus dipastikan sebagai tahun kemenangan rakyat,” ujar Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, menjelaskan catatan akhir tahun 2017 oleh Forum Rakyat, dalam keterangan tertulis (Jumat, 22/12).

Menurut Lieus, akhir hegemoni partai politik itu sudah ditandai dengan kemenangan pasangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta, dan bangkitnya “ghirah” rakyat dalam sejumlah aksi yang menolak calon bupati/walikota dan gubernur yang diajukan partai politik.  

"Kini rakyat ingin merebut kembali kedaulatannya setelah selama 19 tahun era reformasi kedaulatan itu diambil alih dan dikuasai sepenuhnya oleh partai politik. Sampai di penghujung tahun 2017, hak politik rakyat itu benar-benar dikebiri kecuali sebatas konstituen politik belaka," katanya.

Karena itu, tambah Lieus, hegemoni partai politik sudah saatnya diakhiri. Partai politik harus mendengar aspirasi dan kehendak rakyat dalam menetapkan calon pemimpin bangsa.

"Tahun 2018 dan 2019, yang merupakan tahun politik karena Pilkada dan Pemilu serentak, harus menjadi tahun kemenangan rakyat. Kedaulatan itu harus dikembalikan kepada rakyat, terutama dalam memilih dan menetapkan calon pemimpin bangsa di semua tingkatan," seru dia.

Lieus menyebut, Forum Rakyat telah mencatat sejumlah peristiwa yang menunjukkan bangkitnya kesadaran politik rakyat untuk merebut kembali kedaulatan politiknya yang selama ini dikuasai partai politik itu. Untuk memfasilitasi bangkitnya ghirah politik rakyat tersebut, Forum Rakyat bersama sejumlah tokoh bangsa sedang mempersiapkan satu program aksi yang menampung aspirasi rakyat dalam menentukan suksesi kepemimpinan nasional.

"Kami menyebut program aksi ini dengan Jaring Aspirasi Rakyat. Yakni sebuah program untuk menjaring, memilih dan memilah para tokoh bangsa yang punya potensi besar sebagai pemimpin bangsa namun tidak terakomodasi oleh partai politik," katanya.

Lewat Jaring Aspirasi ini, para tokoh bangsa yang memenuhi syarat dan berhasil dijaring, akan diusulkan kepada partai politik untuk ditetapkan menjadi kandidat pemimpin bangsa baik itu di tingkat lokal maupun nasional.

"Dengan begitu rakyat ikut berperan menentukan pemimpinnya dan tidak lagi seperti yang terjadi selama ini, dipaksa menerima siapa saja yang disodorkan partai sekalipun mereka tak suka," jelas Lieus.

Menurut Lieus program Jaring Aspirasi Rakyat ini penting jika bangsa Indonesia sungguh-sungguh menginginkan terjadinya perbaikan dalam sistem ketatanegaraan, sistem pemerintahan maupun sistem sosial budaya dan politiknya. Dengan jaring aspirasi, maka partai-partai politik harus siap mengubah mekanisme memilih dan menetapkan calon-calon pemimpin bangsa tersebut dengan mengakomodir kandidat yang dihasilkan dari program Jaring Aspirasi Rakyat ini.

"Menjaring aspirasi rakyat dalam menentukan calon pemimpin rakyat bukan utopis. Ini adalah salah satu cara agar kita, sebagai bangsa, tidak terperosok ke dalam lobang kesalahan yang sama dalam memilih pemimpin seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya," tegas Lieus.

Ia tegaskan, Jaring Aspirasi Rakyat ingin menghadirkan pemimpin nasional yang kuat, memiliki visi dan misi kerakyatan yang kental, serta berakar pada basis kerakyatan yang riil. [ald]

Komentar Pembaca
Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

, 17 MEI 2018 , 20:00:00

Rocky Gerung - Kelincahan Berfikir (Bag.4)
Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00