Hanura

PHK 400 Outsourching, JICT Tidak Manusiawi!

 RABU, 27 DESEMBER 2017 , 21:28:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

PHK 400 Outsourching, JICT Tidak Manusiawi<i>!</i>

Ilustrasi/Net

RMOL. Ratusan pekerja bongkar muat Jakarta International Container Terminal (JICT) menggelar aksi demo di Jalan Sulawesi, tepatnya di depan pintu masuk Pos IX Pelabuhan Tanjung Priok, kemarin.
Aksi itu sebagai bagian menolak rencana JICT yang akan melakukan PHK 400 pekerja outsourching. Para pekerja menuding JICT tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja (SP) JICT Firmansyah mengatakan, keputusan JICT melanggar hukum lantaran menggunakan jasa vendor baru, dan memutus kontrak vendor lama.

Padahal, kata dia, berdasarkan Permenakertrans 19/2012 pasal 19 ayat (2) dinyatakan, vendor baru bersedia menerima pekerja dari perusahaan penyedia jasa pekerja sebelumnya dalam hal terjadi penggantian vendor.

"Vendor baru menolak menggunakan pegawai yang bekerja di vendor lama. Seharusnya manajemen JICT dapat menjalankan kebijakan sesuai koridor undang-undang," kata Firman melalui rilis tertulis, Rabu (27/12).

Para pekerja terancam tidak bekerja per 1 Januari 2018 mendatang setelah kerjasama JICT dengan vendor lama yaitu PT Empco Trans Logistic, tempat para pekerja bernaung, berakhir dan digantikan oleh PT Multi Tally Indonesia sebagai vendor atau rekanan baru penyalur tenaga kerja bongkar muat.

Dalam unjuk rasa tersebut, sejumlah spanduk dibentangkan oleh para pendemo seperti ‘400 pekerja outsourcing JICT diputus kontrak tanpa alasan lawan kezoliman korporasi’. Tolak PHK massal...!!! Hapus outsourcing...!!!

Sebelumnya, pada Desember 2017, direksi JICT melakukan tender pemborongan pekerjaan outsourcing, salah satunya untuk penyediaan operator derek lapangan (RTGC). Tender ini dipertanyakan mengingat adanya permintaan manajemen JICT kepada vendor baru untuk tidak menggunakan ratusan operator eksisting yang telah bekerja di JICT bertahun-tahun.

Serikat Pekerja Container (SPC) sendiri beranggotakan 480 karyawan outsourcing JICT yang telah mengabdi bertahun-tahun dan memberikan produktivitas terbaik bagi pelabuhan petikemas terbesar se-Indonesia tersebut.

"Sumbangsih pekerja outsourcing JICT mencapai ratusan miliar rupiah per tahun. Tapi sekarang malah di PHK massal. Dimana rasa kemanusiaan direksi," kecam Ketua SPC Sabar Royani.

Pelaksana Tugas Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) Nova Sofyan Hakim mendukung penuh agar ratusan pekerja outsourcing JICT tetap terus bekerja.

"Kami menyatakan dukungan dan solidaritas terhadap kawan-kawan outsorcing di pelabuhan Indonesia. Bahwa outsourcing di pelabuhan harus dihapuskan," tegas Nova.[dem]


Komentar Pembaca
Anies Cari Muka Ke Erdogan

Anies Cari Muka Ke Erdogan

, 26 APRIL 2018 , 11:00:00

Pianis Muda Indonesia Peraih Penghargaan Internasional
Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Foto Bersama Para CEO Astra

Foto Bersama Para CEO Astra

, 20 APRIL 2018 , 00:10:00

Kuba Pasca Generasi Castro

Kuba Pasca Generasi Castro

, 19 APRIL 2018 , 09:59:00