Hanura

Rektor Dipilih Presiden Cederai Prinsip Demokrasi Kampus

 JUM'AT, 29 DESEMBER 2017 , 08:28:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rektor Dipilih Presiden Cederai Prinsip Demokrasi Kampus

Maneger Nasution/Net

RMOL. Presiden Jokowi harus segera memerintahkan Kementerian Agama untuk mengkaji ulang Peraturan Menteri Agama (PMA) 68/2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Maneger Nasution menjelaskan bahwa pemilihan rektor yang dilakukan oleh Menteri Agama akan mematikan budaya demokrasi di kampus.

"Coba bandingkan, masyarakat awam saja dipercaya untuk berdemokrasi lewat pileg, pilpres dan pilkada. Sementera para guru besar yang mengajarkan demokrasi justru dianggap tidak mampu berdemokrasi," ujarnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (29/12).

Apalagi, sambung mantan anggota Komnas HAM itu, alasan Kemenag menggelar pemilihan rektor karena pemilihan rektor oleh senat dinalai sering menimbulkan perpecahan di kampus.

"Ini sungguh mencederai prinsip demokrasi dunia kampus," tutup direktur Pusdikham Uhamka itu. [ian]


Komentar Pembaca
Nursyahbani Katjasungkana - Derita Rakyat Tergusur (Bag.4)
Nursyahbani Katjasungkana - LGBT (Bag.3)
RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00

JK Jadi Saksi

JK Jadi Saksi

, 12 JULI 2018 , 00:26:00