Hanura

Mensos Luncurkan Resolusi 2018 Maksimalkan Capaian Program

 SABTU, 30 DESEMBER 2017 , 20:20:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Mensos Luncurkan Resolusi 2018 Maksimalkan Capaian Program
RMOL. Menteri Sosial Khofifah meluncurkan resolusi 2018 dengan empat nilai dasar yaitu disiplin, berkinerja, bersinergi dan bermartabat. Peluncuran tersebut bersamaan dengan pelantikan beberapa eselon 1 di lingkungan Kemensos yang dilakukan di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, kemarin malam.
Hartono Laras dilantik sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial. Harry Z Soeratin digeser dari jabatan Sekjen ke posisi Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial (Kabadiklit Pensos).

Sementara Edi Suharto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabadiklit Pensos dilantik menjadi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Rehsos). Marjuki yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Rehsos telah memasuki masa purna tugas.

"Jabatan eselon 1 yang kosong akan diisi melalui proses seleksi terbuka (open bidding). Ada dua jabatan eselon 1 yang kosong yakni Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Inspektur Jenderal (Irjen)," terang Mensos dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Sabtu (30/12).

Menurut dia, rotasi tersebut dilakukan guna memaksimalkan capaian program strategis Kementerian Sosial. "Ini bagian dari ikhtiar Kemensos membangun dream team jelang perluasan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Insya Allah Kementerian Sosial semakin siap dan solid," jelasnya.

Khofifah menjelaskan, perluasan PKH dan BPNT dimulai Februari 2018 mendatang. Perluasan BPNT menjadi 10 juta terbagi dalam empat tahap yakni Januari-Februari, April-Mei, Juli-Agustus, dan Oktober-November. Masing-masing penambahan sejumlah 2,5 juta KPM di tiap tahapan.

Khofifah optimistis angka kemiskinan di Indonesia bisa turun seperti yang ditargetkan berada di kisaran 9,5 - 10 persen di 2018 mendatang. Menurutnya, dengan mekanisme non tunai yang digulirkan pemerintah saat ini, program afirmasi pengurangan kemiskinan menjadi lebih tepat sasaran dan tepat waktu.

"Saya kira fakta didepan mata ini menunjukkan bahwa Pemerintah tidak setengah-setengah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan kesenjangan di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya.

Saat ini Kemensos sedang menggodok penyiapan pusat unggulan pengentasan kemiskinan dengan mengkonversi  Balai Besar  pendidikan dan pelatihan  Kesejahteraan Sosial di Jakarta menjadi pusat unggulan pengentasan kemiskinan .

Tak hanya itu, Kemensos juga sedang finalisasi konversi fungsi Balai Besar penelitian kesejahteraan sosial di Yogyakarta  menjadi pusat penelitian, pengembangan dan pelayanan anak terpadu. Sementara pusat penelitian kesejahteraan sosial akan di integrasikan dengan sekolah tinggi kesejahteraan sosial yang berada di Bandung.

"Perubahan fungsi Balai Besar ini seiring dengan maksimalisasi kinerja dan tugas - fungsi Kemensos yang makin besar dan luas tanggung jawan terhadap target penurunan kemiskinan di Indonesia," demikian Mensos.[dem]


Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

, 21 JUNI 2018 , 14:53:00

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

, 20 JUNI 2018 , 18:51:00

Antre Di Tol Fungsional

Antre Di Tol Fungsional

, 19 JUNI 2018 , 06:58:00