Cegah Kampanye Hitam Di Pilkada Bawaslu Gandeng Dittipid Siber Polri

 RABU, 10 JANUARI 2018 , 03:53:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Cegah Kampanye Hitam Di Pilkada Bawaslu Gandeng Dittipid Siber Polri

Foto/Net

RMOL. Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu) menggandeng Direktorat Tindak Pidana Kejahatan Siber (Dit Tipidsiber ) Bareskrim Polri dalam mengatasi kampanye hitam.
Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan kendala yang berpotensi terjadi, terkait penindakan kampanye hitam melalui media sosial, adalah partai politik dan peserta pilkada tidak transparan dalam mendaftarkan akun-akun media sosial yang akan digunakan dalam berkampanye.

Menurut Abhan, akun media sosial milik peserta pemilu yang resmi didaftarkan ke KPU sangat sedikit, sementara akun-akun lain yang tidak terdaftar dimanfaatkan sebagai bentuk penyebaran kampanye hitam, ujaran kebencian dan berita palsu.

Untuk itu, adanya kerjasama Bawaslu dengan Dit Tipidsiber dapat mengantisipasi penyebaran kampanye hitam di media sosial.

"Kampanye hitam itu tindak pidana pemilu, dan itu jelas diatur di undang-undang. Kami akan mengantisipasi penyebaran di media sosial itu dengan berkoordinasi bersama Polri, unit cyber crime dan juga bersama KPU karena akun-akun yang terdaftar di KPU bisa kami tindaklanjuti," ujar Abhan dilansir dari Antara, Selasa (9/1).

Selain menggandeng Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga ikut berpartisipasi dalam mensukseskan Pilkada serentak 2018.

Partisipasinyan dilakukan yakni mengawasi konten  kampanye berbau SARA dan kampanye hitam.

Menteri Kominfo Rudiantara menjelaskan penyaringan konten kampanye hitam dalam Pilkada nantinya sama dengan penyaringan konten negatif.

Menurut Rudi, sajauh ini Kominfo telah mengerjakan manajemen konten negatif di berbagai hal. Seperti penyalahgunaan obat-obatan, perjudian, pornografi hingga tindakan asusila.

Meski demikian dalam menyaring konten dalam pemilihan umum KPU dan Bawaslu yang memiliki kapasitas dan kapabilitas secara spesifik mengenai konten yang berbau kampanye hitam maupun SARA.

"Kami akan bertemu lagi, tidak lebih dari bulan ini mudah-mudahan sudah bisa ada langkah konkret yang lebih rinci lagi termasuk teknisnya," ujar Rudi di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (9/1). [nes]


Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00