Berduet Dengan Cak Imin, Jokowi Akan Terbebas Dari Isu Anti Islam

 KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 17:10:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Berduet Dengan Cak Imin, Jokowi Akan Terbebas Dari Isu Anti Islam

Jokowi-Muhaimin/Net

RMOL. Ribuan jemaah istighatsah kubra (doa bersama) di Pesantren Nurul Al-Falah, Dander Bojonegoro, Jawa Timur mendoakan Ketua Umum PKB yang juga Panglima Santri A. Muhaimin Iskandar mampu mengemban amanat umat dan bangsa.
Pengasuh Pesantren Nurul Al-Falah KH. Sochib Soim mengatakan, kegiatan doa bersama digelar salah satunya sebagai wujud harapan besar sebagai warga Nahdliyin di Bojonegoro, agar sosok santri seperti Cak Imin sapaan akrab Muhaimin dapat memimpin negeri.

"Kita berharap semoga Cak Imin dapat mendampingi Presiden Joko Widodo di 2019," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (10/1).

Menurut Kiai Sochib, sejak kepemimpinan Gus Dur, hingga sekarang, sosok santri belum lagi tampil menduduk pucuk tertinggi negeri ini. Dia bisa memastikan, jika santri mendapat kepercayaan dan amanat masyarakat, tentu akan melaksanakannya semaksimal mungkin.

"Tempaan kepemimpinan yang berbasis multicultural, toleransi, dan nasionalisme di pesantren, merupakan modal penting yang dimiliki Cak Imin," ungkapnya.

Secara terpisah, di hadapan sejumlah kiai dalam pertemuan rutin masyayikh di Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Pengasuh Ponpes Mambaul Ma'arif KH. Abdul Salam Shohib mengapresiasi keakraban yang ditunjukkan Jokowi dan Cak Imin dalam acara peresmian kereta bandara di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Menurut saya baik sekali dan tentu kami dari kalangan santri juga bangga kalau Cak Imin ini bisa mendampingi Pak Jokowi," kata dia.

Melihat sepak terjang kepemimpinan Cak Imin, Gus Salam menjelaskan, Cak Imin sangat berpotensi untuk menjadi cawapres mendampingi Jokowi. Cak Imin telah mampu mempersatukan PKB yang sempat tercerai berai, sehingga menunjukkan punya kapasitas dalam memimpin.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Cak Imin juga selalu berkomitmen untuk menjaga toleransi di Indonesia. Karena itu, Cak Imin sangat berpotensi untuk menjadi orang nomor dua di negara ini.

Cak Imin lahir dari kalangan santri. Ayahnya adalah Muhammad Iskandar, yang juga guru di Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif. Menurut Gus Salam, dengan didampingi Cak Imin, Jokowi juga akan terbebas dari isu yang menyebutkan bahwa Jokowi anti Islam.

"Menurut saya Pak Jokowi butuh teman seperti Cak Imin ini karena serangan-serangan selama ini kepada Pak Jokowi kan terkait dengan anti Islam hal-hal yang berkait dengan SARA," katanya.

Gus Salam mengatakan, Cak Imin akan dapat menutup isu-isu yang selama ini menyudutkan Jokowi karena Cak Imin bisa diterima dari kalangan Islam manapun, baik kalangan Islam kanan maupun Islam kiri. Bahkan, kata dia, Cak Imin bisa diterima oleh kalangan non Islam sekalipun. Buktinya, suara PKB juga banyak di Papua yang notabene masyarakatnya non Muslim. [rus]

Komentar Pembaca
Penembakan Kader Prabowo, Bukan Soal Politik!
Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

, 22 JANUARI 2018 , 17:00:00

Pesawat Hercules TNI Angkut Bantuan Kemanusiaan Untuk Warga Asmat
Kang Emil Angkat Koper

Kang Emil Angkat Koper

, 20 JANUARI 2018 , 20:57:00

Pengerukan Kali Ciliwung

Pengerukan Kali Ciliwung

, 20 JANUARI 2018 , 17:31:00