Hanura

Ahok Gugat Cerai Istrinya, KPK Diminta Pro Aktif Usut Sumber Waras

 JUM'AT, 12 JANUARI 2018 , 14:58:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Gugatan perceraian Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan dicurigai tidak murni, ada kaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras.
Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Andrianto mensinyalir Ahok tengah berupaya 'mengamankan' harta hasil korupsi Sumber Waras.  

"Memang ada semacam dugaan bahwa ini untuk pengelabuan daripada sanksi korupsi. Melakukan trik-trik bagaimana supaya ini lepas dari incaran pihak penegak hukum, mungkin dalam hal ini KPK. Karena memang nama Ahok dan Veronica inikan disebut-sebut dalam persoalan Rumah Sakit Sumber Waras, dan indikasi ke arah sana kan cukup kuat," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/1).

Meski kata dia, ada kemungkinan juga ini semata 'perselingkuhan' seperti dirumorkan. Apalagi mengingat Ahok semasa menjabat gubernur DKI Jakarta sangat sibuk yang diperparah kegiatan masa kampanye Pilgub DKI 2017 lalu. Terakhir, Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjebloskannya ke penjara.

"Dua indikasi ini sangat kuat," imbuh Andrianto yang juga aktivis dari Persatuan Pergerakan.

Maka dari itu ia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk lebih pro aktif mengungkap indikasi korupsi dalam pembelian lahan RS Kanker Sumber Waras.

Makanya, KPK haruslah jeli. Komisi anti rasuah itu kata dia haruslah berlaku pro aktif dalam mengungkap indikasi korupsi dalam pembelian lahan untuk RS Kanker Sumber Waras.

"Indikasi korupsi di Sumber Waras harus segera ditangani lebih dulu, lebih prioritas. Termasuk ngejar harta yang diindikasikan kuat dari pembelian lahan Sumber Waras," tegasnya.[wid]

Komentar Pembaca
Nursyahbani Katjasungkana - Derita Rakyat Tergusur (Bag.4)
Nursyahbani Katjasungkana - LGBT (Bag.3)
RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00

JK Jadi Saksi

JK Jadi Saksi

, 12 JULI 2018 , 00:26:00