PDIP, Golkar Dan Gerindra Penentu Pilpres 2019

 JUM'AT, 12 JANUARI 2018 , 18:22:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

RMOL. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempertahankan ambang batas pencalonan presiden 20 persen perolehan kursi parlemen dan 25 persen perolehan suara nasional akan menodai demokrasi.
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Ahmad RIza Patria menyebut adanya ambang batas tersebut akan merusak kualitas demokrasi karena akan membatasi daya saing utamanya partai-partai kecil.

Dengan ambang batas itu juga, menurutnya, seolah hanya menunjukkan Indonesia menjadi negara demokrasi yang banyak partai politik tetapi tidak menjadikannya bagi kualitas demokrasi itu sendiri.

"Demokrasi kita hanya menang secara kuantitas. Tidak diikuti dengan kualitas gitu," ujar Bang Ariza, sapaan akbrabnya ketika ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/1).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menyebut ambang batas ini akan membuat partai kecil bergabung dengan tiga poros besar di Pilpres 2019. Ketiga partai itu tentu saja peraih suarat tiga teratas di Pemilu 2014.

"Jadi sangat bergantung PDIP, bergantung Golkar, bergantung Gerinda.Tiga partai ini yang menjadi poros," tukasnya.[dem]

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00