Hanura

Piala Presiden Harus Mampu Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

 KAMIS, 01 FEBRUARI 2018 , 01:13:00 WIB | LAPORAN: UJANG SUNDA

Piala Presiden Harus Mampu Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Foto/RMOL

RMOL. Piala Presiden 2018 digelar bukan sekadar turmanen pra musim belaka. Piala Presiden digelar juga untuk turut menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Demikian ditegaskan Ketua Steering Committee (panitia pengarah) Piala Presiden Maruarar Sirait sebelum pengundian grup 8 besar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (31/1).

Menurut Maruarar, pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini adalah salah satu amanat Presiden Jokowi kepada panitia.

Makanya, dalam setiap pertandingan, panitia selalu melibatkan ribuan PKL dan pedagang asongan untuk turut berjualan di sekitar stadion. Hasilnya, mereka senang karena jualannya laris.

"Pedangan kaki lima, asongan, kan seneng karena mereka juga menikmati, jualannya laku semua. Saya cek waktu di Bandung, para PKL bilang, ‘dagangan kami laku bang, terima kasih’. Kita senang kan dengarnya. Sponsor senang, yang punya klub senang, dan pedagang kecil juga senang. Saya rasa itulah tujuan Piala Presiden," jelas anggota Komisi XI DPR ini.

Dalam pertandingan perempat final, semi final, dan final nanti, konsep pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini akan tetap diterapkan. Dalam setiap menit ke-70 akan diumumkan jumlah penonton, penjualan tiket, dan juga jumlah para PKL dan pedagang asongan yang berpartisipasi.

Di kesempatan itu, Maruarar juga mengecek pembayaran biaya tiap pertandingan kepada klub. Caranya dengan menanyai para perwakilan klub yang datang soal apakah sudah ditransfer apa belum oleh panitia. Hal itu dilakukannya demi transparansi Piala Presiden.

Hasilnya, semua klub menyatakan fee setiap pertandingan sudah dibayar lunas. Pihak panitia juga menyetujui usulan dari para klub agar fee untuk pertandingan perempat final dinaikkan dari Rp 125 juta menjadi Rp 150 juta untuk yang menang dan dari Rp 75 juta menjadi Rp 100 juta untuk yang kalah.

"Sangat senang juga, ternyata share-nya tinggi sekali, dalam berbagai aspek juga meningkat. Ada peningkatan juga untuk klub. Bagi klub bagus, pedagang kecilnya bagus, transparannya bagus. Bagi sponsor juga happy. Kalau bicara industri, kita enggak pakai uang negara. Tapi dari sponsor, media partnership, dan penjualan tiket. Saya pikir itulah industri yang mau dibangun Pak Presiden Jokowi, bagaimana Piala Presiden menjadi contoh. Sekarang sponsor banyak sekali yang mendukung karena percaya," tandasnya. [nes]

Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00