Hanura

Korupsi Dana Desa Mengkhawatirkan, DPR Minta Pemerintah Intensif Lakukan Pengawasan

 SELASA, 06 FEBRUARI 2018 , 13:30:00 WIB | LAPORAN: SWARA SETIA

Korupsi Dana Desa Mengkhawatirkan, DPR Minta Pemerintah Intensif Lakukan Pengawasan

Ilustrasi/Net

RMOL. Maraknya kasus korupsi yang melibatkan perangkat desa membuat Ketua DPR RI Bambang Soesatyo angkat bicara.
Politisi Golkar itu meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan intensif terhadap penggunaan dana desa.

Tidak hanya itu pemerintah juga diminta melakukan sosialisasi terhadap Perpres Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014 agar dapat lebih mengerucut pada sistem pencegahan korupsi.

"Pimpinan DPR akan mendesak Pemerintah untuk meminta para kepala daerah menerapkan e-governmet dalam hal e-planning, e-budgeting, e-procurement, e-payment, dan e-asset sehingga semuanya bisa dikontrol secara elektronik," ujar Bamsoet seperti keterangan tertulisnya, Selasa (6/2).

Lebih lanjut, Bamsoet juga menghimbau agar masyarakat pro-aktif dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa. Hal ini bertujuan memperkuat kesadaran dan komitmen Pemerintah desa yang transparan dan akuntabel.
Apalagi tindak pidana korupsi di desa yang sudah melibatkan 112 kepala Desa, 32 Perangkat Desa, dan tiga anggota keluarga kepala desa.

"Pimpinan DPR akan meminta Komisi II dan Komisi V DPR mendorong Pemerintah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap pengelolaan penggunaan dana desa kepada aparat desa, untuk meminimalisir penyalahgunaan dana desa tersebut," ujar Bamsoet. [nes]

Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

, 21 JUNI 2018 , 14:53:00

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

, 20 JUNI 2018 , 18:51:00

Antre Di Tol Fungsional

Antre Di Tol Fungsional

, 19 JUNI 2018 , 06:58:00