Hanura

Peran Serikat Pekerja Harus Ditingkatkan

 RABU, 07 FEBRUARI 2018 , 18:40:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Peran Serikat Pekerja Harus Ditingkatkan

Net

RMOL. Hubungan antara perusahaan dengan serikat pekerja sering digambarkan tidak harmonis. Padahal hubungan industrial yang harmonis dan sinergi akan mampu menciptakan kinerja yang baik. Untuk itu, peran serikat pekerja harus ditingkatkan.
Demikian disampaikan peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/2).

"Pada dasarnya serikat pekerja dibentuk secara demokratis oleh pekerja, dari pekerja dan untuk pekerja. Sekalipun tidak semua perusahaan memiliki serikat pekerja tapi Undang-Undang 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh mengatur bahwa para pekerja memiliki hak untuk membentuk serikat pekerja," jelasnya.

Menurut Imelda, serikat pekerja yang berfungsi dengan baik harus dapat mengayomi, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Secara tidak langsung, serikat pekerja menjadi penengah antara pekerja dan manajemen perusahaan. Jika ada pekerja memiliki ketidakpuasan terhadap manajemen karena upah yang tidak adil atau merasa tidak aman dalam melaksanakan pekerjaanya atau manajemen yang kurang peka terhadap pekerja maka isu-isu seperti itu dapat disampaikan kepada serikat pekerja. Kemudian serikat pekerja yang akan melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan untuk mendapatkan solusi.

"Serikat pekerja yang baik seharusnya tidak hanya berfungsi saat ada konflik atau tuntutan. Mereka harus mampu menjembatani suara rekan-rekannya kepada pihak perusahaan dalam kondisi apapun. Sayangnya, sampai saat ini, banyak serikat pekerja kurang efektif dalam beroperasi. Hal ini dapat dilihat dari munculnya isu terkait serikat pekerja ketika baru ada tuntutan-tuntuan yang dikeluarkan oleh para pekerja," beber Imelda.

Permasalahan yang dihadapi serikat pekerja cukup kompleks karena banyak faktor yang melatarbelakangi fungsi dan kinerja. Contohnya, masih banyak pekerja sekalipun sudah tergabung dalam serikat pekerja tapi tidak berani untuk menyampaikan keluhan karena takut mendapat ancaman dari pihak perusahaan. Permasalahan lain adalah kurangnya dukungan dari rekan-rekan pekerja. Terkait dengan ketakutan mereka untuk bersuara.

"Pada dasarnya perusahan tidak boleh menghalang-halangi ketika serikat pekerja berusaha untuk menyampaikan aspirasinya. Hal itu pun sebenarnya sudah diatur di dalam undnag-undang. Jika memang perusahaan merasa dirugikan dengan tuntutan-tuntutan dari serikat, sebenarnya hal tersebut dapat dikomunikasikan dan jangan langsung menutup pintu terhadap jalur dialog," terang Imelda.

Ditambahkannya, salah satu kunci agar perusahaan dapat beroperasi dengan baik adalah ketika menganggap pekerjanya sebagai aset yang harus dijaga dan dipelihara. Bukan sebagai liability yang membebani perusahaan.

"Sinergi yang harmonis antara perusahaan dengan serikat pekerja akan menjadi modal bagi dunia usaha untuk menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan ke depan. Tantangan dunia antara lain adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN dan digitalisasi yang mulai melanda banyak bidang pekerjaan. Digitalisasi dikhawatirkan akan menggerus peran tenaga kerja sebagai tulang punggung dunia usaha," dmeikian Imelda. [wah]


Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00