Hanura

Akademisi Nilai Penambahan Kursi Pimpinan DPR Sebatas Kepentingan Pragmatis Politik

 SABTU, 10 FEBRUARI 2018 , 01:18:00 WIB | LAPORAN: YANTI MARBUN

Akademisi Nilai Penambahan Kursi Pimpinan DPR Sebatas Kepentingan Pragmatis Politik

Ilustrasi/Net

RMOL. Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera Bivitri Susanti menilai penambahan kursi pimpinan DPR dan MPR hanya sebatas kepentingan pragmatis politik.
Menurutnya, praktik kepentingan tersebut sangat disayangkan, mengigat pekerjaan rumah dari DPR masih belum seluruhnya terselesaikan.

"Namanya sidang, okelah collective collegial. Tetapi pimpinan sidang biasanya satu. Jadi urgensi tidak ada, kecuali bagi-bagi power saja," ujar Bivitri di Puri Imperium Office Plaza, Jakarta Selatan, Jumat (9/2).

Bivitri menambahkan bagi-bagi kekuasaan memang biasa terjadi menjelang Pemilu. Menurutnya, menjelang pemilu, DPR memiliki posisi strategis, bukan hanya mengenai uang, fasilitas, tapi juga mengenai strategi dalam kebijakan dan anggaran. Termasuk memberi peringatan kepada penyelenggara pemilu dalam mengeluarkan kebijakan. Dengan berkoalisi dalam pembagian kekuasaan kebijakan pemilu nantinya lebih menguntungkan kepentingan partai politik.

Untuk itu jugalah ia sependapat dengan pihak yang mengatakan, keputusan penambahan kursi piminan DPR hanyalah untuk kepentingan pemilu.

"Tentu saja ini praktik yang mesti disayangkan, tetapi banyak terjadi," ujarnya. [nes]

Komentar Pembaca
DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00