Hanura

Masalah Bangsa Bukan Cuma Kesenjangan Sosial Tapi Juga Kesenjangan Niat

 RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 21:33:00 WIB | LAPORAN:

RMOL. Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan selama ini ada kesalahan dalam memahami sejarah bangsa serta memaknai semangat patriotik para pahlawan yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan bangsa.
Kesalahan ini memunculkan masyarakat yang kurang produktif baik dari segi perilaku maupun pemikiran.

"Selama ini kita memandang sejarah seolah membaca buku catatan mas lalu saja. Kita melihat pahlawan hanya melalui foto yang terpampang saja tanpa berusaha memaknai lebih dalam apa esensi dari perjuangan itu sendiri," ungkap Idrus dalam Sarasehan Nasional Keindonesiaan di acara Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) bekerjasama dengan Labolatorium Sejarah FIB UI di Kalibata, Jakarta Rabu (14/2).

Ia menambahkan, pada masa dahulu, diskusi atau perdebatan dilakukan secara konseptual dengan menghasilkan keputusan dan pemikiran yang benar-benar bermanfaat untuk bangsa. Berbeda dengan sekarang, kata Idrus, justru, lebih banyak orang yang berpikir pragmatis dan cenderung lebih mengedepankan intrik atau bahkan fitnah.

"Persoalan bangsa bukan hanya kesenjangan sosial. Tapi kesenjangan niat. Niat perjuangan kita. Niat pengabdian kita. Maka berjuanglah dari motivasi ideologis yang sudah terbukti tahan banting," ungkapnya.

Idrus mengungkapkan, harus ada reaktualisasi mengenai pandangan terhadap makna sejarah itu sendiri. Jika sebelumnya sejarah dipandang sebagai masalalu, Idrus mengajak masyarakat untuk memaknai sejarah untuk masa depan.

"Jadikan sejarah dan kisah heroik itu sebagai motivasi dan inspirasi untuk membangun bangsa. Kita bicara sejarah, berarti bicara masa depan. Dan terpenting, Indonesia maju harus tetap menjunjung karakter orisinil bangsa ini," kata dia.

Idrus mengingatkan, dalam memaknai sejarah harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Seperti misalnya kemerdekaan, dimana harus lebih dilihat proses mencapai kemerdekaan itu sendiri, bukan hasilnya.

"Bahwa kemerdekaan dicapai dengan cara yang tidak mudah. Sama juga membangun bangsa, jika tidak bersungguh-sungguh dalam menerapkan motivasi ideologis," katanya.

Menurutnya, generasi muda pun harus dapat menjadi inspirator bangsa pada masanya. Pemahaman ini kata Idrus, selaras dengan implementasi program Presiden RI Jokowi, yakni revolusi mental.

"Sekali lagi, jika perjuangan kita tidak didasarkan nilai dan ideologi dan dilakukan secara pragmatis, maka yang timbul adalah sikap pragmatis serta munculnya berbagai tindakan negatif seperti menyebar hoax, fitnah serta bermain SARA.[dem]

Komentar Pembaca
Harus Ada Reformasi Jilid II

Harus Ada Reformasi Jilid II

, 22 MEI 2018 , 17:00:00

20 Tahun Reformasi Hasilkan Demokrasi Kriminal
Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00