Hanura

PDIP: Asyari Usman Menyesatkan

 KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 , 04:19:00 WIB | LAPORAN: IHSAN DALIMUNTHE

PDIP: Asyari Usman Menyesatkan

Net

RMOL. Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengecam tulisan opini wartawan senior Asyari Usman di salah satu portal berita.
Menurutnya, penggiringan opini oleh mantan wartawan BBC itu merupakan tidak fair dan sangat tendensius.

Pada 1 Februari lalu di laman Teropongsenayan.com, Asyari Usman menulis opini berjudul Untuk Saudaraku, Warga PDIP. Yang isinya begitu provokatif dengan membenturkan PDIP dan kelompok Islam.

Meskipun tulisan tersebut sudah lama tayang, namun terus diviralkan hingga hari ini oleh kelompok yang secara terorganisir diarahkan untuk selalu mengusik hubungan PDI Perjuangan dengan kelompok Islam. Untuk itu, PDI Perjuangan merasa perlu mengklarifikasi opini hasutan yang viral di Sosial Media karena terus direproduksi dalam berbagai platform digital seperti Chirpstory di Twitter, grafis di Instagram dan disebar secara massif ke chat pribadi maupun grup WA, BBM juga Telegram.

Eva menilai hal itu bagian dari kampanye hitam karena tidak sesuai fakta dan data. PDIP, katanya, selalu bertindak berdasar empat pilar dalam bersikap. Menurutnya, PDIP tidak pernah membenci ulama apalagi memusuhi Islam, seperti yang dituding Asyari Usman yang menyebut PDIP akan menyikat habis Rizieq Shihab dan FPI. Namun PDIP akan bersikap kepada siapapun yang mengancam empat pilar yang menjadi pijakan dalam berbangsa dan bernegara. Bukan orangnya atau kelompok tapi oknum.

"Sepanjang ada tindakan-tindakan yang mengancam implementasi empat pilar maka PDI Perjuangan akan menyatakan keberatan. Jadi oknum ataupun orang adalah bukan target kami. Jadi kepada siapapun yang bertindak mengancam, melecehkan empat pilar maka PDI Perjuangan akan bersikap saja. Tidak pilih diskriminatif, oknum itu dampak saja," jelasnya kepada wartawan, Kamis (15/2).

Eva membantah opini menyesatkan dan menghasut Asyari Usman tersebut. Dia menegaskan, PDIP sampai membentuk sayap partai berbasis agama yaitu Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) yang didirikan semata-mata untuk Islam, tidak untuk agama-agama lain.

"Bamusi menyelenggarakan kegiatan-kegiatan agama secara terlembaga dan rutin. Bahkan para kader PDI Perjuangan bersama dengan kawan-kawan dari NU dan Muhammadiyah saling bertukar peran sebagai narasumber di kegiatan masing-masing," bebernya.

Anggota DPR RI itu juga mengingatkan bahwa pendiri bangsa Bung Karno sendiri berkontribusi luar biasa pada pengembangan Islam, bahkan berhubungan baik dengan pemimpin negara-negara Islam di dunia. Menurut Eva, Pancasila digali Bung Karno dengan inspirasi Islam yang kuat.

"Sehingga aneh kalau PDIP yang berideologi Pancasila yang sangat Islami dikatakan anti Islam," demikian Eva. [wah]


Komentar Pembaca
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Wujudkan Pemikiran Bung Karno dan Kim Il Sung
Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Sepakati Hak Perangkat Desa

Sepakati Hak Perangkat Desa

, 16 APRIL 2018 , 21:46:00