Hanura

Obat Berkadar Babi Beredar, Kepala BPOM Harus Dicopot

 KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 , 16:58:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono angkat bicara soal obat yang mengandung DNA babi pada suplemen makanan merek Viostin DS dan Enzyplex.
Menurut dia, hal itu bisa saja karena keteledoran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Karenanya, Kepala BPOM, Penny K Lukito harus bertanggung jawab.

"Ini bisa jadi sebuah keteledoran BPOM dan konsekuensinya Kepala BPOM harus diganti," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/0).

Ditegaskan bahwa masyarakat sangat berhak untuk mendapatkan informasi soal zat yang terkandung dalam setiap obat yang bakal dikonsumsi. Termasuk Umat Islam yang agamanya mengharamkan mengkonsumsi daging babi maupun turunannya.

"Ini tidak boleh terjadi obat yang mengandung DNA babi tidak diberitahukan pada masyarakat. Apalagi kalau obat obat yang mengandung unsur DNA babi itu sudah tersebar dan dikomsumsi oleh Masyarakat, khususnya masyarakat yang memiliki kepercayaan mengharamkan makanan dan obat-obatan yang mengandung unsur babi," sesalnya.

Dipertegas soal dugaan keteledoran BPOM bisa mempengaruhi elektabilitas Presiden Joko Widodo dalam Pilpres tahun 2019 nanti, anak buah Prabowo Subianto ini menjawab diplomatis.

"Ya para masyarakat biarlah menilai sendiri gimana Joko Widodo sebagai Kepala pemerintahan harusnya lebih perhatian terhadap masalah obat-obatan dan makanan terutama mengenai kandungannya. Jangan sampai ada unsur yang memang dilarang dan diharamkan oleh keyakinan yang dianut masyarakat Indonesia," pungkasnya.[dem]

Komentar Pembaca
Harus Ada Reformasi Jilid II

Harus Ada Reformasi Jilid II

, 22 MEI 2018 , 17:00:00

20 Tahun Reformasi Hasilkan Demokrasi Kriminal
Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00