Hanura

Jangan Biarkan Umat Islam Konsumsi Obat Kandungan Babi

 KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 , 18:10:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Jangan Biarkan Umat Islam Konsumsi Obat Kandungan Babi

Ilustrasi/Net

RMOL. Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat beragama Islam mengkonfirmasi obat-obatan yang mengandung babi pada suplemen makanan.
Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/2).

Menurutnya Kementerian Kesehatan RI ataupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI harus segera bertindak tegas dalam memberikan sanksi bagi produsen.

Salah satu langkah konkret dari tindakan tegas itu menurut dia segera menarik peredaran obat yang meresahkan. Nah, kalau memang ada unsur pidana yang dilakukan oleh produsen atau pihak-pihak yang bertanggung jawab, harus dibawa ke ranah hukum.

"Jika masuk ranah pidana, ya harus dipidanakan. Jika bukan pidana, tentu harus minta maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia," imbuhnya.

Diakuinya bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah. Namun dia tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan persoalan obat mengandung babi bakalan menggerus elektabilitas Presiden RI Joko Widodo.

"isu obat, bukan isu yang berdampak pada urusan perut masyarakat. Yang akan menggoncang elektabilitas Jokowi ya persoalan ekonomi," pungkasnya. [nes]

Komentar Pembaca
Harus Ada Reformasi Jilid II

Harus Ada Reformasi Jilid II

, 22 MEI 2018 , 17:00:00

20 Tahun Reformasi Hasilkan Demokrasi Kriminal
Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00