Hanura

PPP: Pasal 73 UU MD3 Lebay

 KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 , 22:48:00 WIB | LAPORAN: SWARA SETIA

PPP: Pasal 73 UU MD3 Lebay

Foto/RMOL

RMOL. Sekretaris Jenderal Partai PPP, Arsul Sani menilai pasal 73 Undang-undang No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) terlalu berlebihan alias lebay.
Dalam Pasal 73 ini memungkinkan DPR menggunakan Kepolisian untuk melakukan pemanggilan paksa. Bahkan ditambahkan bisa melakukan penyanderaan selama 30 hari.

"Yang saya nggak setuju adalah kemudian setelah dipanggil paksa bisa di sandera. Menurut saya itu pasal lebay," ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/2)

Arsul menambahkan seharusnya jika telah melakukan panggilan paksa, pihak yang dipanggil tidak mendapatkan penahanan oleh Kepolisian. Namun pihak tersebut bisa dijerat dengan pasal KUHP yang berkaitan dengan kewajiban seorang warga negara yaitu memberikan keterangan maupun kesaksian.

"Bahwa menegakaan prinsip warga negara itu mempunyai kewajiban untuk memberikan keterangan atau kesaksian. Itu memang harus ditegakan di pengadilan," ujarnya.

Lebih jauh usulan untuk menahan pihak yang mangkir dari panggilan DPR berasal dari pemerintah. Awalnya, DPR menuliskan tiap pejabat bisa dipanggil paksa dan bisa disandera untuk memenuhi panggilan, namun pemerintah menilai bukan pejabat saja yang mesti mendapat panggilan paksa, dan mendapat penahanan sementara, melainkan setiap orang yang mangkir dari pemanggilan DPR.

"Isi yang diusulkan DPR sebelum berubah awalnya tiap pejabat yang dipanggil DPR tak mau datang bisa dipanggil paksa. Tapi pemerintah yang ingin jangan diskriminasi pejabat saja, maka katanya diganti tiap orang," kata Arsul. [nes]

Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00