Hanura

Demokrat Rugi Kalau Cuma Munculkan Satu Calon

 SABTU, 10 MARET 2018 , 04:18:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Demokrat Rugi Kalau Cuma Munculkan Satu Calon

Foto: Net

RMOL. Sejak berdiri di 9 September 2001, nama Partai Demokrat melesat bersama dengan nama besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang berhasil menjadi Presiden RI untuk dua periode.
Pada tahun 2014 lalu, sebelum pencalonan presiden yang akan diusung oleh partai berlambang bintang mercy ini, diselenggarakan konvensi yang cukup menyedot para kader dan simpatisan partai untuk bertarung demi mendapatkan restu Partai Demokrat, hingga dimenangkan Dahlan Iskan, menyingkirkan beberapa tokoh lain.

Namun sayang akibat anjloknya perolehan suara partai kala itu, Dahlan Iskan batal masuk dalam bursa capres Partai Demokrat.

Terkait dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat yang pembukaannya dijadwalkan hari ini, pakar komunikasi politik Effendy Gazali mengatakan, soliditas antar pengurus dan anggota partai menentukan bagaimana pengusungan dalam jumlah calon.

"Kalau mereka solid, ya bagus saja akibatnya untuk partai. Walaupun, biasanya memang partai modern harusnya pakai konvensi," tanggapnya di Jakarta, Jumat (9/3).

Lebih jauh, Effendy menjelaskan, konvensi yang pernah digelar Partai Demokrat, akan membuka peluang bagi kader partai ataupun nama-nama yang diusung oleh kader partai itu sendiri.

"Kalau konvensi kan calon yang muncul banyak dulu. Artinya dikasih kesempatan secara adil, baru kemudian kompak memilih satu. Itu mestinya caranya. Sekalipun ada semacam 'putra mahkota' tapi dalam konteks demokrasi proses perlu dijalankan," paparnya.

Sementara itu pengamat politik Hendri Satrio menyebut Demokrat sebagai partai petahana di ajang perpolitikkan Indonesia. 10 tahun Partai Demokrst berhasil membawa SBY menjadi orang nomor satu di Tanah Air.

“Di  2014 (Demokrat) tidak jeblok-jeblok banget, ada di peringkat empat sekitar enam persen suara. Jika hanya mengusung satu calon akan merugikan Demokrat. Sebaiknya ada lebih dari satu calon,” ujarnya.

Hendri beralasan, lebih dari satu calon, akan memudahkan partai lain berkoalisi dengan Demokrat. Selain itu, dengan lebih satu nama akan memudahkan Demokrat menentukan, nanti akan berada di pihak mana.

“Apakah satu poros dengan Jokowi,  atau satu poros dengan Gerindra, atau membuat poros baru. Jika hanya disodorkan satu nama kemungkinan besar agak sulit memainkan kombinasi politik dan rugi juga buat Demokrat. Karena sebetulnya, Demokrat ini punya nama-nama yang menurut saya punya potensi yang bisa diusung untuk di 2019," tegasnya.

Terkait dengan elektabilitas, Hendri, memperhitungkan saat ini masih cukup lama untuk penetapan calon,  yakni sampai bulan Agustus 2018 nanti.  

Artinya, dengan banyak nama bisa memberikan keleluasan Demokrat untuk melakukan manuver yang akan berimbas pada meningkatnya elektabilitas.

"Misalnya hanya satu nama, kemudian terjadi penolakan di publik, akibatnya akan mengalami terjun bebas. Tetapi kalau ada beberapa nama, masih ada yang menjaga. Ada alternatif dipilih oleh masyarakat," terangnya. [ian]

Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

, 21 JUNI 2018 , 14:53:00

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

, 20 JUNI 2018 , 18:51:00

Antre Di Tol Fungsional

Antre Di Tol Fungsional

, 19 JUNI 2018 , 06:58:00