Hanura

Tiga Alasan Rizal Ramli Jadi Penentu Kemenangan Prabowo Atas Jokowi

 SENIN, 12 MARET 2018 , 23:57:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Tiga Alasan Rizal Ramli Jadi Penentu Kemenangan Prabowo Atas Jokowi

Rizal Ramli/Net

RMOL. Lembaga penelitian politik, seperti Poltracking dan LSI menyatakan bahwa elektabilitas petahana Jokowi berada di bawah 50 persen. Artinya peluang penantang Joko Widodo untuk menangi Pilpres 2019 sangat besar.
Pengamat politik dari New Indonesia Foundation, Reinhard menilai, jika dalam Pilpres 2019 hanya terbentuk dua poros koalisi, yakni Jokowi melawan Prabowo Subianto, maka peran calon wakil presiden (Cawapres) merupakan faktor yang sangat menentukan.

Menurutnya Prabowo akan menang bila menggandeng Rizal Ramli (RR) sebagai Cawapres. Reinhard mengungkapkan tiga alasan mengapa ekonom senior itu menjadi faktor penentu kemenangan Prabowo atas Jokowi.

Pertama. RR merupakan ekonom di Indonesia yang paling paham kelemahan pembangunan ekonomi Jokowi. Ketidakpuasan publik terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Jokowi, akan bermuara kepada sosok ekonom yang mereka anggap paling mampu memperbaikinya.
 
"Publik kurang puas dengan pembangunan infrastruktur Jokowi yang tidak berhubungan dengan membaiknya perekonomian mereka, daya beli rakyat tidak membaik, impor pangan semakin gencar, ketimpangan pendapatan tetap tinggi, dan pertumbuhan ekonomi stagnan 5 persen. Pada saat yang sama mereka melihat dan membaca RR banyak memberikan solusi-solusi terobosan untuk atasi semua masalah ekonomi tersebut," jelas Reinhard dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/3).

Kedua, RR adalah simbol keberpihakan rakyat, hal ini dibuktikan dalam rekam jejak sebagai tokoh pergerakan selama 40 tahun, sejak 1978. Dengan menyingkirkan RR dari kabinet, sama saja Jokowi menghilangkan simbol keberpihakan rakyat dari pemerintahannya. Hal ini terutama tergambar jelas dari kasus Reklamasi Teluk Jakarta.

"Publik seluruh Indonesia paham benar bahwa RR direshuffle oleh Jokowi setelah berani hentikan reklamasi Pulau G milik Agung Podomoro karena alasan teknis (pipa gas dan PLN) dan kerakyatan (nelayan). Perlu diingat isu reklamasi terbukti sangat ampuh ketika diangkat oleh Anies Baswedan mengalahkan Ahok di Pilkada DKI Jakarta tahun lalu. RR adalah pemilik saham terbesar atas isu reklamasi ini, bukan Anies. Dan isu reklamasi jelas akan muncul lagi saat Pilpres 2019," tegas Reinhard.

Ketiga, sambung Reinhard bangsa ini membutuhkan negarawan berkapasitas internasional yang mampu mengimbangi agresivitas Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Apalagi setelah pemimpin RRT, Xi Jinping dimungkinkan menjabat lebih dari dua periode oleh Kongres Nasional Tiongkok. RR dinilai dapat mengimbangi Xi, karena RR adalah penasehat ekonomi PBB bersama tiga orang peraih Nobel Ekonomi.

"Publik melihat Jokowi sangat lemah dalam melakukan negosiasi dengan pemerintah RRT. Terutama terlihat dari masih maraknya isu membanjirnya tenaga kerja asal Tiongkok di Indonesia, yang sangat meresahkan publik. Terkait kisruh Laut Cina Selatan pun, posisi pengakuan Indonesia atas Laut Natuna Utara juga masih diingat publik sebagai inisitatif RR sejak saat masih menjabat Menko Kemaritiman Jokowi," ujarnya

Meski saat ini nama RR belum dimasukkan dalam kuisioner di sejumlah lembaga survei, namun Reinhard optimis kedepan nama Rizal Ramli bakal terpasang.

"Ke depannya pasti akan masuk survey, apalagi setelah yang bersangkutan medeklarasikan diri minggu lalu," Demikian Reinhard. [nes]


Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00

Kebersamaan Di Hari Raya

Kebersamaan Di Hari Raya

, 15 JUNI 2018 , 08:43:00