Hanura

Masyarakat Papua Terancam Tidak Bisa Gunakan Hak Pilih

 SELASA, 03 APRIL 2018 , 23:37:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Mayoritas masyarakat Papua terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja menjelaskan tahapan Pemilu 2019 bakal dimulai sebentar lagi. Namun, masih banyak masalah yang ditemukan di provinsi paling timur Indonesia itu.

Diantaranya masalah KTP elektronik. Banyak masyarakat di Papua belum memiliki KTP elektronik yang menjadi salah satu syarat pemilihan.

"Perekaman KTP-el baru 30 persen. 70 persen belum," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Mengawal Suara Rakyat dalam Pilpres serta Pileg 2019' di Kantor ILEW, Jakarta Pusat, Selasa (3/4).

Bagja menambahkan, permasalahan tetsebut diperparah lagi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua yang seakan tidak bisa berbuat apa-apa.

Dirinya sempat menanyakan progres perekaman KTP-el dengan Dinas dukcapil Papua, namun jawaban yang didapat tidak membahagiakan.

Ditegaskannya bahwa hal ini merupakan sebuah masalah besar yang sangat merugikan bangsa ini.

"Ini jadi masalah besar kalau misalkan tidak direkam. Sebagian besar masyarakat Papua tidak akan menggunakan hak pilihnya," demikian Bagja. [nes]

Komentar Pembaca
Pianis Muda Indonesia Peraih Penghargaan Internasional
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Sepakati Hak Perangkat Desa

Sepakati Hak Perangkat Desa

, 16 APRIL 2018 , 21:46:00