Hanura

Dituding Umbar Izin Saat Jadi Menteri, Zulkifli Dibela Kader Gerindra

 RABU, 04 APRIL 2018 , 17:39:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dituding Umbar Izin Saat Jadi Menteri, Zulkifli Dibela Kader Gerindra

Zulkifli Hasan/Net

RMOL. Menteri Kehutanan RI periode 2009-2014 Zulkifli Hasan dituding sebagai menteri yang mengeluarkan perizinan kehutanan kepada pihak swasta. Tudingan itu datang dari para LSM terkait data agraria yang dilontarkan Ketua Dewan DPP PAN Amien Rais kepada Menko bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan.
Namun berita itu dibantah Anggota Komisi IV DPR Fraksi Gerindra KRT Darori Wonodipuro yang menangani masalah kehutanan dan agraria.

Menurutnya, di zaman Zulkifli kasus perizinan bermasalah banyak terungkap. Hal itu lantaran pelanggaran prosedur yang dilakukan menteri sebelumnya.

Ia menyebut jumlahnya sebanyak tujuh juta hektar dan senilai Rp365 triliun. Zaman kepemimpinan Zulkifli baru sekitar 10-15 persen perizinan itu diselesaikan.

"Zaman Pak Zulkifli seluruh perizinannya sesuai dengan prosedur," ujarnya saat ditemui di komplek Parlemen, Rabu, (4/4).

Anggota DPR Dapil Jawa Tengah ini menilai seharusnya pemerintah saat ini dapat meneruskan perbaikan perizinan tersebut melalui penegakan hukum. Namun ia menilai penegakan hukum dalam pemerintahan Jokowi Widodo tidak berjalan dengan baik.

Buktinya dalam UU 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan diamanatkan pemerintah mendirikan badan penegak hukum di bidang kehutanan. Sampai sekarang badan tersebut tidak pernah hadir.

"Seharusnya dua tahun dari UU itu dikeluarkan sudah harus ada. Ini sudah lebih," cetusnya. [nes]

Komentar Pembaca
Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

, 16 JULI 2018 , 15:00:00

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

, 16 JULI 2018 , 13:00:00

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00

JK Jadi Saksi

JK Jadi Saksi

, 12 JULI 2018 , 00:26:00