Hanura

Survei: Perempuan Dan Suku Jawa-Sunda Penyumbang Terbesar Pemilih Rizal Ramli

 KAMIS, 26 APRIL 2018 , 17:14:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Survei: Perempuan Dan Suku Jawa-Sunda Penyumbang Terbesar Pemilih Rizal Ramli

Rizal Ramli-Prabowo Subianto/Net

RMOL. Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) menyurvei polarisasi pemilih calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. Sekitar 36,6% suku Jawa dan 31% suku Sunda memilih Rizal Ramli.
"Suku Jawa dan Sunda adalah penyumbang terbesar pemilih Rizal Ramli," terang Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio dalam keterangan kepada redaksi, Kamis (26/4).

Survei dilakukan melalui telepon yang dilakukan pada 13 April-16 April 2018. Telesurvei dilaksanakan terhadap 1033 responden di 34 propinsi.

Telesurvei ini juga memotret Rizal Ramli menjadi idola pemilih perempuan. Sebanyak 52,75 pemilih perempuan memilih mantan Menko Ekuin di era Pemerintahan Gus Dur dan Menko Maritim di era Pemerintahan Jokowi ini ketika namanya disimulasikan dengan empat kandidat lainnya. Temuan lainnya, 52,4% responden menanggap Rizal sebagai capres alternatif di luar Jokowi dan Prabowo.

"Pemilih usia 37-51 tahun mendominasi mereka yang mendukung Rizal Ramli pada simulasi tiga nama (44%) dan capres alternatif (43,1%), disusul oleh pemilih muda di usia 22-36 taun," terang Hendri Satrio.

Sementara berdasarkan status ekonomi, Rizal Ramli yang pernah menjadi penasihat ekonomi PBB lebih banyak dijadikan pilihan oleh kelas atas atau Sosial Ekonomi Status (SES) A dan B, serta kelas menangah atas atau SES C1.

"Semakin rendah tingkat SES semakin rendah pula jumlah pendukung Rizal Ramli," tukas Hendri Satrio.



Komentar Pembaca
Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

, 24 MEI 2018 , 17:00:00

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi
Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00

Mencoblos Di Kedubes Venezuela

Mencoblos Di Kedubes Venezuela

, 20 MEI 2018 , 10:20:00

RR Bertemu Anwar Ibrahim

RR Bertemu Anwar Ibrahim

, 21 MEI 2018 , 00:45:00