Hanura

Tantangan Semakin Kompleks, Rizal Ramli Adalah Harapan

 KAMIS, 26 APRIL 2018 , 20:17:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tantangan Semakin Kompleks, Rizal Ramli Adalah Harapan

Hendri Satrio

RMOL. Kegelisahan semakin melanda, yang tadinya hanya di sektor politik kini melebar ke sektor ekonomi. Kemampuan pemerintah semakin diragukan.
Hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar terus mengalami pelemahan, sempat melewati titik Rp 14.000 per 1 dolar AS. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungam (IHSG) juga sempat anjlok di bawah 6.000 poin.

Begitu disampaikan pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), Hendri Satrio, dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Kamis, 26/4).

"Situasi seperti ini membuat kita semakin yakin bahwa Indonesia membutuhkan sosok ekonom di posisi puncak pemerintahan. Bukan seperti yang sekarang terlibat di tim ekonomi pemerintah, tetapi ekonom berhaluan baru, pro pada kepentingan bisnis juga kepentingan rakyat banyak," urainya.

Menurut Hendri Satrio, sudah saatnya masyarakat menilai calon pemimpin tidak cuma dari sisi popularitas semata, melainkan dari sisi kapasitas dan kapabilitas.

"Tantangan yang sedang kita hadapi sangat kompleks, diperlukan pemimpin nasional yang benar-benar bisa bekerja membenahi ekonomi untuk kepentingan terutama rakyat banyak," ujarnya.

Menurutnya, beberapa tokoh ekonomi, khususnya ekonom kerakyatan seperti Rizal Ramli bisa diharapkan.

"Tapi dalam setting politik zaman now, tokoh-tokoh seperti Rizal Ramli yang kompeten harus terus berusaha keras memberikan perhatian pada hal-hal terkait popularitas dirinya di mata rakyat sehingga bisa dipilih rakyat," demikian Hendri. [ald]

Komentar Pembaca
Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

, 24 MEI 2018 , 17:00:00

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi
Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00

Mencoblos Di Kedubes Venezuela

Mencoblos Di Kedubes Venezuela

, 20 MEI 2018 , 10:20:00

RR Bertemu Anwar Ibrahim

RR Bertemu Anwar Ibrahim

, 21 MEI 2018 , 00:45:00