Hanura

Perang Tagar Di Tahun Politik Tidak Produktif

 KAMIS, 17 MEI 2018 , 11:17:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perang Tagar Di Tahun Politik Tidak Produktif

Foto: Net

RMOL. Perang tanda pagar (tagar) sebagai ekspresi dukungan politik di Pilpres 2019 sama sekali tidak bermanfaat bagi kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Bahkan, perang ini berpotensi inskonstitusional.
Begitu kata pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menanggapi perang tagar #2019GantiPresiden dan #2019TetapPresiden yang terjadi di tahun politik saat ini.

Dalam konstitusi, elit politik hanya boleh menjelaskan program yang terukur dan menawarkan sosok para calon legislatif dan eksekutif.

Sementara persoalan ganti presiden atau tetap presiden menjadi ranah kedaulatan rakyat, otonomi rakyat, bukan intervensi dari elit politik.

"Rakyat harus merdeka menentukan pilihan. Tidak boleh terjadi penggiringan opini apalagi mengarahkan penentuan pilihan, seperti #2019GantiPresiden dan #2019TetapPresiden," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (17/5).

Perang tagar, menurutnya, menjadi tendensius kepada sosok tertentu dan tidak produktif. Bahkan, sama sekali tidak ada manfaatnya bagi rakyat, bangsa dan negara, kecuali hanya memanipulasi persepsi publik untuk tujuan prakmatis dari segelintir elit politik tertentu.

"Tagar #2019GantiPresiden versus tagar #2019TetapPresiden sangat tidak baik dari aspek pendidikan politik di tanah air," sambungnya.

Kata dia, politik harus mencerdaskan masyarakat. Untuk itu, seharusnya para elit politik bertarung pada visi misi, gagasan, ide yang tentunya diturunkan pada tingkat program yang terukur secara kualitatif dan kuantitatif.

“Program ini menjadi janji politik yang harus direaliasikan dan ditagih oleh seluruh rakyat Indonesia kepada suatu regim pemerintahan tertentu dalam kurun waktu lima tahunan,” tukasnya. [ian]

Komentar Pembaca
Nursyahbani Katjasungkana - Derita Rakyat Tergusur (Bag.4)
Nursyahbani Katjasungkana - LGBT (Bag.3)
RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00

JK Jadi Saksi

JK Jadi Saksi

, 12 JULI 2018 , 00:26:00