Hanura

Yudi Latif Mundur Dari BPIP?

 JUM'AT, 08 JUNI 2018 , 05:25:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Yudi Latif Mundur Dari BPIP?

Yudi Latif/Net

RMOL. Tepat pada Kamis (7/6) kemarin, Yudi Latif genap setahun memimpin lembaga Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), yang sejak Februari 2018 bertransformasi menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Diakui Yudi, selama setahun dia memimpin, BPIP masih sedikit memberi kontribusi untuk bangsan ini. Dia juga menjelaskan bahwa selama menjabat kepala BPIP, lembaganya baru menghabiskan dana Rp 7 miliar.

“Mengapa? Kami (Pengarah dan Kepala Pelaksana) dilantik pada 7 Juni 2017. Tak lama kemudian memasuki masa libur lebaran, dan baru memiliki 3 orang Deputi pada bulan Juli. Tahun anggaran telah berjalan, dan sumber pembiayaan harus diajukan lewat APBNP, dengan menginduk pada Sekretaris Kabinet,” jelas Yudi seperti tulisannya yang diunggah di laman UIN Jakarta, Jumat (8/6).

Kata dia, anggaran baru turun pada awal November. Sementara pada tanggal 15 Desember penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga harus berakhir.

“Praktis, kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggunakan anggaran negara. Adapun anggaran untuk tahun 2018, sampai saat ini belum turun,” sambungnya lagi.

Sementara dari sisi kewenangan, Yudi menjelaskan bahwa BPIP tidak memiliki kewenangan eksekusi secara langsung berdasarkan perpres. Selain itu, Kemampuan mengoptimalkan kreasi tenaga pun terbatas. Setelah setahun bekerja, seluruh personil di jajaran Dewan Pengarah dan Pelaksana belum mendapatkan hak keuangan.

“Mengapa? Karena menunggu perpres tentang hak keuangan ditandatangani presiden. Perpres tentang hal ini tak kunjung keluar, barangkali karena adanya pikiran yang berkembang di rapat-rapat Dewan Pengarah, untuk mengubah bentuk kelembagaan dari Unit Kerja Presiden menjadi Badan tersendiri. Mengingat keterbatasan kewenangan lembaga yang telah disebutkan. Dan ternyata, perubahan dari UKP-PIP menjadi BPIP memakan waktu yang lama, karena berbagai prosedur yang harus dilalui,” sambungnya.

Meski diterpa berbagai kendala tersebut, Yudi memastikan bahwa pihaknya tetap bekerja. Mereka bekerja atas bantuan dana swadaya inisiatif masyarakat dan lembaga pemerintahan.

Yudi menyebut hampir setiap hari BPIP menggelar kegiatan ke seluruh pelosok tanan air. Kepadatan kegiatan ini dikerjakan dengan menjalin kerjasama dengan inisiatif komunitas masyarakat dan Kementerian/Lembaga.

“Suasana seperti itulah yang meyakinkan kami bahwa rasa tanggung jawab untuk secara gotong-royong menghidupkan Pancasila merupakan kekuatan positif yang membangkitkan optimisme,” lanjutnya.

Baginya, eksistensi BPIP berhasil bukan karena banyaknya klaim kegiatan yang dilakukan dengan bendera UKP-PIP/BPIP. Melainkan, ketika inisiatif program pembudayaan Pancasila oleh lembaga kenegaraan dan masyarakat bermekaran, meski tanpa keterlibatan dan bantuan UKP-PIP/BPIP.

“Untuk itu, dari lubuk hati yang terdalam, kami ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas partisipasi semua pihak dalam mengarusutamakan kembali Pancasila dalam kehidupan publik,” masih sambung Yudi.

Kini setelah setahun dan melihat perubahan dari UKP-PIP menjadi BPIP yang turut membawa perubahan besar pada struktur organisasi, peran dan fungsi lembaga, maka diperlukan soso yang memiliki kecakapan, kepribadian serta perhatian dan tanggung jawab yang berbeda.

“Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan,” lanjutnya.

Atas alasan itu semua, Yudi memohon pamit. Dia juga turut menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dari BPIP selama di bawah kepemimpinannya.

“Segala yang lenyap adalah kebutuhan bagi yang lain, (itu sebabnya kita bergiliran lahir dan mati). seperti gelembung-gelembung di laut berasal, mereka muncul, kemudian pecah, dan kepada laut mereka kembali,” tutup Yudi mengutip Alexander Pope dalan An Essay on Man.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari BPIP mengenai kabar kemunduran Yudi tersebut. [ian]


Komentar Pembaca
Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!
Sudah Mahal, Tarif Tol JORR Mau Naik Lagi?
Yahya Staquf Berbicara Di Israel

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

, 11 JUNI 2018 , 20:21:00

Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00