Hanura

PSI Kritik Model Politics Of Fear Prabowo Subianto

 KAMIS, 21 JUNI 2018 , 05:48:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

PSI Kritik Model <i>Politics Of Fear</i> Prabowo Subianto

Prabowo Subianto/Net

RMOL. Anak muda lebih suka dengan cara politik yang menghadirkan harapan (politics of hope) ketimbang politik yang menebar ketakutan (politics of fear).
Begitu Jurubicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menyindir Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang dianggapnya telah menggunakan politics of fear untuk memenangkan calon Gerindra di pilkada.

Ia menilai sah-saja jika Gerindra menggunakan politics of fear, namun patut diingat anak muda lebih suka dengan politics of hope atau cara berpolitik yang menghadirkan harapan melalui program kongkrit, bukan menebar ketakutan.

Menurutnya, bangsa ini memang masih memiliki banyak sekali tantangan pembangunan. Namun jika Prabowo bisa teliti dalam melihat laju pembangunan beberapa tahun belakangan, maka Prabowo akan paham bahwa Indonesia sudah berada pada jalur yang benar.

Politisi muda yang kerap disapa Uki ini menjabarkan ketimpangan ekonomi yang menjadi materi pidato Prabowo. Baginya, indikator yang dipakai dunia internasional termasuk Indonesia dalam melihat ketimpangan adalah gini rasio. Data BPS menunjukkan terjadi penurunan gini rasio semenjak 2014 hingga hari ini, yakni dari 0,414 menjadi 0,391.

"Strategi pemerintah yang fokus kepada pemecahan ketimpangan seperti redistribusi aset dan lahan, upaya perkuat akses pada modal seperti kartu Indonesia pintar dan kartu Indonesia sehat, dan pondidikan vokasi pada pariwisata dan industri kreatif terbukti menekan ketimpangan di masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/6).

Mantan peneliti kebijakan United Nations Population Fund ini juga menyinggung soal pendapatan rakyat yang disebut Prabowo sangat kecil. Menurutnya, hal itu tidak masuk akal. Sebab menurut metode penghitungan ilmiah, BPS dan ILO mencatat bahwa rata-rata gaji penduduk Indonesia sudah di atas garis kebutuhan ataupun UMR.

Sementara mengenai laju pembangunan di era Jokowi, Uki menjelaskan data resmi BPS menyebut ada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Peningkatan terjadi merata di seluruh provinsi.

"IPM sendiri terdiri dari rata-rata pengeluaran (standard hidup), harapan lama sekolah, tingkat pendidikan dan angka harapan hidup," jelasnya.

Sedangkan tentang kemiskinan dan pengangguran, Uki manjelaskan jika mengacu pada data BPS titik terendah tingkat pengangguran dan penduduk miskin di Indonesia pasca reformasi adalah pada tahun 2017.

"Hal ini membuktikan bahwa Pak Prabowo seorang pesimis dan abai dalam melihat perkembangan kemajuan terakhir," Demikiam Uki. [nes]




Komentar Pembaca
Nursyahbani Katjasungkana - Derita Rakyat Tergusur (Bag.4)
Nursyahbani Katjasungkana - LGBT (Bag.3)
RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00

JK Jadi Saksi

JK Jadi Saksi

, 12 JULI 2018 , 00:26:00