Hanura

Rizal Ramli: PT 20 Persen Merusak Demokrasi, Penipuan

 SELASA, 10 JULI 2018 , 09:22:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Rizal Ramli: PT 20 Persen Merusak Demokrasi, Penipuan

Rizal Ramli/Net

RMOL. Ekonom senior Rizal Ramli (RR) menilai, ambang batas pencalonan presiden alias presidential threshold (PT) sebesar 20 persen merupakan bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi.
Untuk itu, RR mendukung 12 aktivis yang melayangkan gugatan PT ke Mahkamah Konstitusi.

"Apa yang disebut presidential threshold ini merupakan pengkhianatan terhadap UUD 1945," tegas RR di sela acara sharing di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin malam (9/7).

Menurut RR, UUD 45 mengatakan siapapun boleh menjadi presiden, tanpa harus beracuan dengan PT 20 persen. Pasalnya, dengan ambang batas 20 persen, justru memicu politik dagang sapi dan lain-lain di antara partai politik (parpol).

Parpol pun rentan mengajukan calon menteri yang tidak qualified.

"Inilah yang merusak demokrasi kita," terang mantan Menko Kemaritiman itu.

Syarat PT 20 persen telah diatur dalam Pasal 222 UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum. Hal terburuk dari UU tersebut, menurut RR, berpotensi dipakainya hasil perolehan Pemilu 2014 sebagai syarat ambang batas.

"Kita dibohongi, kita milih (pada) 2014 tiba-tiba dibohongi suara kita dimanfaatkan untuk Pemilu 2019. Ini enggak ada pemberitahuan. Itu penipuan," kritik RR.

Sebelumnya, 12 orang telah melayangkan uji materi ambang batas Presiden ke MK pada Juni lalu. Mereka yaitu Dahnil Anhar Simanjuntak, Rocky Gerung, Effendi Ghazali, Titi Anggraini, Busyro Muqoddas, Faisal Basri dan beberapa aktivis lainnya. [wid]



Komentar Pembaca
Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

, 16 JULI 2018 , 15:00:00

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

Solusi RR Soal Dana Parpol Bernas!

, 16 JULI 2018 , 13:00:00

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00

JK Jadi Saksi

JK Jadi Saksi

, 12 JULI 2018 , 00:26:00