Hanura

Diyakini Hanya Emirsyah Terlibat Suap Pembelian Airbus 330

 JUM'AT, 20 JANUARI 2017 , 14:57:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Kasus suap pembelian pesawat yang menyeret mantan direktur utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar sebagai tersangka, bukan baru kali ini terungkap, tapi sejak 2013 telah diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Ini bukan baru terungkap sekarang. Tapi terungkap dari luar negeri sudah lama, sudah di Inggris dan satu negara lain terkait suap yang mengharuskan menggunakan mesin Roll Royce," kata Wakil Ketua Komisi VI Azam Azman kepada wartawan, Jumat (20/1).

Sebagai gambaran, kata Azam, jumlah pembuat mesin pesawat di dunia tak banyak, hanya segelintir.

"Nah yang saya tangkap pabrikan itu mungkin, kita kan beli pesawat, kemudian mesinnya apa? Nah Roll Royce ini menyuap agar kira-kira rekomendasi Dirut Garuda untuk menggunakan mesin itu," tengarainya.

Jadi, lanjut Azam, jika ingin pabrikannya masuk maka harus ada rekomendasi.

"Dan ini tertangkap dari luar, ada pertemuan di Singapur, di Inggris, dan lain," paparnya.

Justru KPK dinilainya bertindak tepat dengan mengungkap persekongkolan vertikal antara pemilik proyek yaitu Garuda Indonesia dengan pemasok. Ini bisa dijadikan ajang pembenahan bagi tubuh BUMN sendiri.

"Ini yang kita akomodir dalam UU KPPU," ujarnya.

Tapi ia tak yakin ada pihak lain terlibat dalam kasus suap pembelian Airbus 330 selain Emirsyah.

"Saya kira stand alone karena kebijakan Dirut. Tidak ada keterlibatan,"

Namun jika ada keterlibatan direksi GI yang lain, menurutnya paling kecil.

"Mungkin ada keterlibatan direktur teknik, tapi harus dicari. Sebab kan ada rekomendasi dari operasional bahwa mesin ini, mesin roll royce lebih bagus, pasti ada. Sehingga dirut menyetujui penggunaan mesin roll royce. Sebab, Garuda itu beli pesawat bukan mesin tapi ada rekomendasi untuk memakai mesin roll royce," paparnya.[wid]
    

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00