Verified
Hanura

UU Larangan Penodaan Agama Penting Menjaga Kerukunan Umat

 KAMIS, 18 MEI 2017 , 16:19:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

RMOL. Sejumlah pihak mendesak pembatalan atau penghapusan pasal penodaan agama karena dianggap menimbulkan permasalahan akibat subjektivitas penerapan yang mengekang kebebasan.

Anggota Komisi I DPR RI Jazuli Juwaini menilai, desakan tersebut tidak sejalan dengan semangat penghormatan terhadap agama di Indonesia. Selain itu, Mahkamah Konstitusi telah mengukuhkan atau menolak pembatalan pasal dalam UU 1/PNPS/1960 junto UU KUHP pasal 156a.

"Ini artinya secara konstitusional dan by the law, undang-undang larangan penodaan agama sangat penting bagi upaya penghormatan dan penjagaan semua agama yang diakui secara resmi oleh negara dari upaya penodaan atau penistaan," ujarnya di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (18/5).

Dia meminta pihak-pihak yang kekeuh mendesak pembatalkan larangan penodaan agama memahami bahwa undang-undang tersebut justru dibutuhkan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

"Justru jangan dihapus kalau kita ingin menjaga kerukunan. Karena jika tidak ada pasal tersebut orang seenaknya menghina dan menista agama, dan ini akan memancing disharmoni bahkan bisa menciptakan instabilitas nasional," terang Jazuli.

Secara universal, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia telah menyebutkan bahwa hak beragama adalah hak yang paling dasar dan tidak dapat dikurangi atas nama atau karena alasan apapun.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00