Hanura

GPII Usulkan Harsono Tjokroaminoto Jadi Pahlawan Nasional

 SELASA, 03 OKTOBER 2017 , 07:35:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

GPII Usulkan Harsono Tjokroaminoto Jadi Pahlawan Nasional

Harsono Tjokroaminoto/Net

RMOL. Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mengusulkan agar Harsono Tjokroaminoto ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Usulan itu disampaikan dalam acara Milad ke-72 GPII bertajuk “Membangun Sinergi Untuk Indonesia; Islam Yes NKRI Yes” di Kantor GPII, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/10).

"Di dalam kesempatan yang berharga ini, kami ingin mengusulkan salah satu kader terbaik ummat dan bangsa ini, Senior kami untuk menjadi salah satu pahlawan nasional," ujar Ketua Umum GPII Karman BM dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/10).

Harsono Tjokroaminoto merupakan ketua umum pertama GPII. Putra Haji Omar Said (HOS) Tjokrominoto lahir di Madiun pada 24 April 1912.

Pada masa revolusi fisik, Harsono duduk sebagai penasihat pribadi PangIima Besar Soedirman dan ikut bergerilya bersamanya. Kemudian menjadi anggota dalam Panitia RIS RI untuk mengembalikan bentuk Negara Kesatuan RI, memimpin goodwiil mission Indonesia ke negara-negara Islam dan menjadi presiden Kongres Pemuda Islam se-Dunia.

Pada tahun 1972-1975 ia ditunjuk menjadi duta besar RI untuk Swiss. Dan pada tahun 1976-1978 ia menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung RI.

Selain itu, Harsono merupakan Menteri Negara Bidang Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara di Indonesia.

Di zaman Belanda ia pernah berkarier sebagai guru Kweekschool PSII dan pengawas sekolah wilayah PSII Sulawesi Utara. Ia membantu dan memimpin berbagai surat kabar dan majalah yang berhaluan Islam-politik, pengarang beberapa brosur, terutama yang bercorak politik dan keislaman.

Di zaman Jepang beberapa waktu bekerja pada Domei Jakarta, dan pernah pula meringkuk dalam sekapan Kempetai karena ikut dalam gerakan pemuda Indonesia yang hendak merobohkan pemerintahan Jepang.

Pada tahun 1946, ia menjabat sebagai wakil Menteri Negara dalam Kabinet Natsir dan pada tahun 1955, ia menjabat sebagai wakil Perdana Menteri dalam Kabinet Burhanuddin Harahap. [ian]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?
Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Grace Natalie Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

, 16 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi

, 16 NOVEMBER 2018 , 14:17:00

Cawapres Penghina Tunanetra

Cawapres Penghina Tunanetra

, 14 NOVEMBER 2018 , 11:49:00

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

Prabowo Subianto Kunjungi Anwar Ibrahim

, 15 NOVEMBER 2018 , 10:58:00