Hanura

Diplomasi Badminton Ala KBRI Moskow

 KAMIS, 05 OKTOBER 2017 , 05:36:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Diplomasi Badminton Ala KBRI Moskow

RMOL

RMOL. Diplomasi badminton terus dilancarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow di Rusia. Salah satunya dengan mengikuti turnamen internasional badminton ke-18 untuk veteran di Sochi, Rusia yang berlangsung 2-8 Oktober.
Turnamen diikuti lebih dari 200 peserta dari kelompok usia 35 tahun hingga 80 tahun ke atas. Para peserta berasal dari 58 kota di Rusia dan lima negara lain yaitu  Belarus, Moldova, Pakistan, Ukraina, dan Indonesia. Peserta dari Indonesia adalah Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi, staf KBRI Moskow Dasep Mulyadi, Kepala Sekolah Indonesia Moskow Sudirham, dan pengajar Sekolah Indonesia Moskow Chotibul Umam.

"Saya menyambut baik adanya turnamen ini untuk menjalin persahabatan. Partisipasi aktif KBRI Moskow seperti tahun lalu sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia di Rusia," kata Dubes Wahid, sebagaimana disampaikan KBRI Moskow (Kamis, 5/10).
 
Presiden Persaudaraan Veteran Badminton Rusia Igor Isakov menyampaikan apresiasi atas dukungan dan partisipasi KBRI Moskow pada turnamen tahun ini.

"Keikutsertaan dubes RI dan staf KBRI Moskow menambah gairah para veteran badminton untuk bergabung dalam turnamen ini, yang terbukti dari jumlah peserta yang semakin meningkat sejak dua tahun terakhir," katanya.

Para peserta yang sudah lanjut usia bermain penuh semangat dan seperti tidak terlihat lelah. Pukulan-pukulan keras pun sekali-kali mereka lakukan dan bermain seakan ketika masih muda, seperti Olga Dolina dari Sochi yang menjadi juara kategori wanita usia 60+.     

Peserta wanita paling tua adalah Valentina Ivanovna berusia 78 tahun dari Ural. Sedangkan peserta pria tertua adalah Vasiliy Galiulov dari Samara berusia hampir genap 90 tahun. Vasiliy memiliki kenangan sendiri tentang badminton. Ketertarikan pada olah raga itu dimulai ketika usia 20 tahun setelah melihat seorang mahasiswi cantik menenteng raket yang aneh karena ukurannya lebih kecil dari raket tenis.

"Ketika saya tanya gadis itu, jawabnya adalah raket untuk olahraga badminton dan sejak itu saya memutuskan untuk bermain badminton sambil melakukan pendekatan kepada gadis tersebut," kenang Vasiliy yang berkarir selama 39 tahun sebagai pelatih badminton di sebuah SMA di Samara.

Partisipasi Dubes Wahid dan tim KBRI Moskow pada turnamen juga untuk lebih mempromosikan produk Indonesia, yaitu kopi dan perlengkapan olah raga seperti pakaian, sepatu dan shuttlecock.

Dalam beberapa tahun terakhir, badminton digalakkan di Rusia bahkan menjadi salah satu jenis olah raga wajib di sejumlah sekolah. Penelitan Moscow Helmholtzh Reseach Institute of Eye Diseases menyebut bahwa olah raga badminton sangat baik untuk kesehatan mata.

Indonesia sendiri dikenal masyarakat Rusia antara lain berkat badminton karena pernah berjaya di cabang itu pada tingkat dunia. Untuk memajukan badminton di Rusia, Federasi Badminton Rusia menggandeng Indonesia dan pernah mendatangkan pelatih dari Indonesia seperti Atik Jauhari.

Presiden Federasi Badminton Rusia Sergey Shakhrai juga sering berkunjung ke Indonesia untuk menjalin kerja sama. Upaya yang membuahkan hasil karena Vladimir Ivanov dan Ivan Sozonov dari negara yang tidak dikenal sebagai pebulu tangkis berhasil meraih juara All England 2016. Bahkan, Ivanov pernah bergabung dengan Club Musica Flypower pada kejuaraan Djarum Super Liga tahun 2014 dan 2015. [wah]


Komentar Pembaca
Soal Mahar, Sandi Siap Dipanggil Bawaslu

Soal Mahar, Sandi Siap Dipanggil Bawaslu

, 21 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#2019GantiPresiden Gerakan Konstitusional

#2019GantiPresiden Gerakan Konstitusional

, 21 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Atraksi Kembang Api

Atraksi Kembang Api

, 19 AGUSTUS 2018 , 05:36:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00