Hanura

Sekjen Golkar Persilakan Kader Di Sumut Menyebrang Ke Hanura

 MINGGU, 08 OKTOBER 2017 , 22:27:00 WIB | LAPORAN: SWARA SETIA

Sekjen Golkar Persilakan Kader Di Sumut Menyebrang Ke Hanura

Idrus Marham/Net

RMOL. DPP Partai Golkar tidak mau ambil pusing dengan kabar tujuh kader di Sumatera Utara yang menyebrang ke Hanura.
Sekjen DPP Golkar Idrus Marham menjelaskan bahwa setiap orang memiliki hak dalam berpolitik. Termasuk untuk berpindah haluan dari Golkar.

"Saya kira setiap orang punya hak politik ya, mau partai Golkar atau ke yang lain tentu itu adalah hak," ujar Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakpus, Minggu (8/10)

Idrus juga menegaskan bahwa orang yang berpartai adalah orang yang terpanggil, yang menerapkan dedikasi untuk cita-cita dan ideologi, dan pilihan tersebut bukan karena jabatan semata.

Menurutnya, Partai Golkar menghormati keputusan kader yang ingin mengundurkan diri dari partainya.

"Saya kira tidak ada masalah, kita tidak bisa memaksakan sesuatu pada seseorang," tutupnya.

Tujuh kader Golkar Sumut yang dikabarkan menyebrang ke Hanura itu antara lain Ketua Koordinator Bidang DPD Partai Golkar Sumut Sodrul Fuad yang menyebrang menjadi ke DPD Hanura Sumut dan menjadi Wakil Ketua Bidang Organisasi.

Kemudian, Daudsyah Munthe yang diketahui pernah menjabat ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu Utara dikabarkan kini menjabat sebagai wakil ketua Bidang Keanggotaan Hanura Sumut. Syafrida Fitri, mantan anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar yang menyebrang dan diberi posisi wakil ketua Bidang Penggalangan Perempuan di DPD Hanura Sumut.

Kemudian ada, Ketua Kecamatan Partai Golkar Percut Sei Tuan, Munawir Fuady yang kini menjabat Wakil Bendahara Bidang Keanggotaan Hanura Sumut.

HN Serta Ginting yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar menjadi sebagai wakil ketua Dewan Penasihat Hanura. Terakhir, Syarfi Hutauruk, walikota Sibolga yang didapuk menjadi ketua Dewan Penasihat Hanura.

Namun demikian, Idrus menyebut bahwa ketujuh kader itu mengundurkan diri tanpa disertai alasan yang jelas.

"Surat pengunduran diri itu tidak dengan alasan," pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00