Verified
Hanura

PP Bamusi Suruh Habib Smith Belajar Tabayyun

 SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 07:58:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

PP Bamusi Suruh Habib Smith Belajar Tabayyun

Mahmudin Muslim/Net

RMOL. Habib Bahar bin Ali bin Smith yang menuding PDIP sebagai sarang PKI menuai kritik dari organisasi sayap Islam PDIP, PP Bamusi.

Ketua PP Bamusi, Mahmudin Muslim menyindir bahwa Habib Smith kurang bacaan dan literatur. Menurutnya, sebagai seorang pendakwah, semestinya Habib Smith menyebarkan kebaikan atau fastabiqul khairat. Bukan justru menyebarkan atau menuduh sesuatu yang bukan keahliannya. Apalagi tuduhan itu keluar tanpa pernah melakukan tabayyun dengan pihak yang dituduh.

Menurutnya, seorang penceramah keagamaan mestinya menyampaikan sesuatu sesuai dengan tuntunan keagamaan dan keahliannya.

"Jujur saja, saya tidak tahu keahlian beliau ini dalam bidang apa dalam Islam? Misalnya, jika beliau ahli fiqih, mestinya beliau ceramah mengajak ummat untuk menjalani kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan fiqih Islam. Bukannya malah terlibat dalam "mengompori" ummat terhadap sebuah isu politik yang beliau sendiri saya rasa tidak pernah melakukan uji validasi terhadap informasi yang dia pahami," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (10/10).

Artinya, tuduhan Smith kepada PDIP telah menjadi fitnah dan merusak citra penceramah agama. Kata Mahmudin, Habib Smith bukan contoh atau teladan yang baik bagi ummat.

Sebagai seorang ulama, semestinya Smith berpikir matang sebelum menyampaikan tuduhan PKI. Dia harus belajar cara melakukan uji validasi terhadap sebuah informasi. Apalagi, ajaran Islam mengajarkan tabayyun.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Kasus Luhut-Sri Mulyani Dibawa Ke Bawaslu

Kasus Luhut-Sri Mulyani Dibawa Ke Bawaslu

, 19 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00