Hanura

Komisi I: BSSN Lembaga Independen Dan Hanya Bekerja Untuk Negara

 KAMIS, 04 JANUARI 2018 , 14:16:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Komisi I: BSSN Lembaga Independen Dan Hanya Bekerja Untuk Negara

Abdul Kharis Almasyhari/Net

RMOL. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang baru Mayjen TNI (Purn) Djoko Setiadi harus segera bekerja dan bersinergi dengan semua lembaga yang berkaitan dengan kebutuhan cyber security.
Demikian ditegaskan Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, kepada wartawan, Kamis (4/1).

Djoko Setiadi, Rabu kemarin (3/1) dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BSSN di Istana Negara. Pelantikan itu berdasarkan Keppres No 130/P/2017 tentang Pemberhentian Kepala Lembaga Sandi Negara dan Pengangkatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara.

"Selamat bertugas Pak Djoko, kondisi saat ini semakin penting dan segera bekerja dan bersinergi dengan semua lembaga yang berkaitan dengan kebutuhan cyber security. Saya harap nantinya BSSN dapat dimanfaatkan untuk menjaga sektor-sektor penting di negeri ini," kata Kharis.

Politisi PKS ini menjelaskan pengisian jabatan ini memang sudah lama ditunggu,. Pasalnya, BSSN sudah ditetapkan menjadi mitra Komisi I DPRI. Sebelumnya badan ini sempat menjadi lembaga di bawah Menko Polhukam, namun akhirnya statusnya dinaikkan menjadi badan yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, setingkat dengan kementerian.

"Tidak ada kata terlambat, segera bergerak dan isi pos-pos di lembaga dengan orang yang tepat profesional dan independen, BSSN ini adalah lembaga independen, tidak berpihak pada kepentingan apapun, kerja untuk negara, pastikan itu," sebut Kharis mengingatkan.

Ditegaskannya tantangan BSSN kedepan semakin berat, terutama menjelang Pileg 2018 dan Pilres 2019. Menghadapi dua agenda politik itu kata dia, tantangan cyber security menjadi semakin dinamis dan perlu segera penanganan yang lebih baik lagi.

"Selain menjaga infrastruktur krusial, mulai dari sektor publik, keuangan, transportasi dan segala sektor wajib dijaga data-data milik kita dari peretasan pihak luar. Pastikan kedaulatan internet kita jangan sampai disusupi pihak asing dan mencuri data-data kita," jelas Kharis. [rus]

Komentar Pembaca
Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki
Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00