Verified
Hanura

Peringati Malari, Aktivis Dan Politisi Kumpul Di Yogyakarta

 KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 07:47:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Peringati Malari, Aktivis Dan Politisi Kumpul Di Yogyakarta

Foto: Repro

RMOL. Tak terasa, sudah lebih empat dekade peristiwa Malari, tetapi masih tertanam kuat di memori publik, khususnya kalangan aktivis dan politisi. Dalam beberapa hari ke depan, rencananya ratusan aktivis dan politisi lintas generasi, sektoral dan ideologi berkumpul di Yogyakarta guna memperingati Malari.

"Kami mengundang Bapak, Ibu, Saudara, Saudari sekalian termasuk para tokoh Yogyakarta, untuk berkenan hadir dalam Peringatan 44 Tahun Peristiwa Malari yang akan digelar hari Senin mendatang. Selain temu kangen dan diskusi publik, kita juga akan mendengarkan orasi kebangsaan dari tokoh Malari Hariman Siregar," ujar Ketua Pelaksana Peringatan Malari, Isti Nugroho melalui pesan elektronik kepada media, Rabu (10/1/2018).

Peristiwa Malari, yaitu demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada 15 Januari 1974.

Malari yang dimotori aktivis Dewan Mahasiswa UI Hariman Siregar, dengan gagah berani melakukan kritik terbuka atas kesalahan strategi pembangunan Orde Baru dan menuntut Presiden Soeharto untuk lebih mementingkan rakyat, bukan malah menguntungkan asing dalam pembangunan nasional. Walau akhirnya, barisan mahasiswa dan pemuda mengalami represif hebat dari kekuasaan otoriter Orba.

Isti menerangkan, Peringatan 44 Tahun Malari itu sekaligus merayakan 18 tahun Indonesian Democracy Monitor (InDEMO), sebuah lembaga kajian yang didirikan Hariman Siregar dkk. Acara terbuka untuk umum pada hari Senin (15/1) pukul 09-13 WIB di University Club Universitas Gajah Mada (UGM), Boulevard, Jalan Pancasila Nomor 2, Bulaksumur, Yogyakarta.

Dengan mengambil tema "Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau", Peringatan Malari akan diisi dengan analisa kekinian dan orasi kebangsaan Hariman Siregar, dilanjutkan diskusi publik dengan menghadirkan sejumlah narasumber handal, antara lain Ari Sujito (akademisi UGM), Max Lane (Indonesianis dari Australia), Daniel Dhakidae (jurnalis senior), Bhima Yudhistira (ekonom Indef), Cak Nun (budayawan), juga pandangan berbagai tokoh senior lainnya.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00