Verified
Hanura

"Sudah Jatuh Tertimpa Bakpao"

Bekas Pengacara Novanto Jadi Tersangka

 KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 09:03:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

"Sudah Jatuh Tertimpa Bakpao"

Bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo/Net

RMOL. Berita bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi jadi tersangka bikin heboh jagad media sosial. Kemarin, KPK menetapkan Fredrich dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka karena diduga mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan terhadap Novanto dalam kasus korupsi e-KTP.

"Sudah jatuh ketimpa bakpao". Begitulah salah satu cuitan bernada candaan dari netizen menanggapi status tersangka Fredrich. Bakpao? Kata ini nge-hits saat mobil Novanto mengalami kecelakaan, menabrak tiang listrik di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan, Rabu, 16 November 2016. Netizen se-Indonesia pasti masih ingat betul drama tiang listrik ini. Malam itu, Novanto menumpang mobil yang disupiri Hilman Mattauch menabrak tiang listrik. Kecelakaan terjadi saat KPK tengah mencari Novanto. Sebab, sehari sebelumnya KPK hendak menangkap Novanto di kediamannya.

Akibat kecelakaan, Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Fredrich menyatakan, kepala Novanto benjol segede bakpao. Menurutnya, Novanto terburu-buru menuju ke studio salah satu stasiun televisi swasta untuk siaran langsung. Rencananya setelah live, Novanto mendatangi KPK untuk memberikan keterangan.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyatakan, Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama agar Novanto dapat menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK. "KPK meningkatkan status penanganan perkara, dua tersangka yaitu FY dan BST. FY dan BST diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka SN ke rumah sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa,"  kata Basaria dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, kemarin.

Basaria menerangkan, KPK mendapat informasi, salah satu dokter di rumah sakit mendapat telepon dari seorang yang diduga sebagai pengacara Novanto bahwa kliennya akan dirawat di RS sekitar pukul 21.00 WIB. Padahal, belum diketahui Novanto akan dirawat karena sakit apa. KPK menduga Fredrich berencana memesan 1 lantai kamar perawatan di rumah sakit ini.

Basaria melanjutkan, meskipun diakui kecelakaan, Novanto tidak dibawa ke IGD, melainkan langsung ke ruang rawat inap VIP.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Pecahkan Kode Perempuan

Pecahkan Kode Perempuan

, 19 OKTOBER 2018 , 04:43:00

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

, 18 OKTOBER 2018 , 03:54:00

Ketua Umum PAN Setuju Uang Saksi Dibiayai Negara