Verified
Hanura

Progres 98 Minta Penjelasan Prabowo Soal Keluarnya La Nyalla Dari Gerindra

 JUM'AT, 12 JANUARI 2018 , 01:35:00 WIB | LAPORAN: YANTI MARBUN

Progres 98 Minta Penjelasan Prabowo Soal Keluarnya La Nyalla Dari Gerindra

Foto/Net

RMOL. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti merupakan salah satu korban kezaliman partai politik

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf menilai peristiwa penghadangan dan permintaan mahar politik kepada La Nyalla merupakan salah satu contoh kasus yang terjadi di daerah. Apalagi menjelang Pilkada.

Menurut Faizal, langkah yang dilakukan partai Gerindra kepada La Nyalla telah merugikan eks Ketua PSSI tersebut, apalagi Gerindra motor koalisi, PAN dan PKS.

"Kami dari progres 98 ini melihat beliau sebagai orang yang terzalimi. Bukan saja pak La Nyalla yang menghadapi proses rekomendasi partai, tetapi kita juga melihat banyak kasus seperti ini di daerah lain," ujarnya saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Kamis, (11/1).

Lebih lanjut, Faizal mengapresiasi tindakan yang diambil La Nyalla. Menurutnya hal tersebut merupakan pesan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PAN Zukfikli Hasan untuk memberikan klarifikasi terkait mahar politik di dalam koalisi partai.

"Jadi Pak Prabowo dan Pak Zul harus mengambil sikap tegas. Apakah ini penyusup atau pihak yang punya otoritas yang dipercaya pak Prabowo. Tapi kalau saya mencermati data-data yang ada, konon katanya aliran dana itu masuk ke Pak Prabowo, ini masih tahapan dugaan," ujarnya.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00