Hanura

JK Di Balik Impor Beras, Rizal Ramli Bilang Itu Bahayanya Peng-Peng

 JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 15:00:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

JK Di Balik Impor Beras, Rizal Ramli Bilang Itu Bahayanya Peng-Peng

Jusuf Kalla/net

RMOL. Pengakuan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, tentang kebijakan impor beras memperkuat dugaan bahwa kebijakan pemerintah sudah didominasi kepentingan pengusaha.
Menteri Enggar mengakui impor beras 500 ribu ton bermula dari arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Diungkapkan Enggar, arahan JK terdengar dalam Rapat Koordinasi Terbatas pada 9 Januari 2018. Saat itu Wapres mengatakan, impor beras dapat dilakukan jika Cadangan Beras Pemerintah atau stok beras Badan Urusan Logistik (Bulog) di bawah 1 juta ton.

Merespons berita itu, ekonom senior yang juga mantan Kepala Bulog, Rizal Ramli, mengingatkan lagi istilah Peng-Peng yang diperkenalkannya semasa masih menjabat Menteri Kabinet Kerja.

"Itulah bahayanya Peng-Peng, penguasa sekaligus pengusaha," kata Rizal menyindir JK yang memiliki latar belakang saudagar besar.

Istilah Peng-Peng diperkenalkan Rizal ke publik pada akhir tahun 2015 lalu, untuk menunjuk kelompok politisi yang menjadi penguasa dan pengusaha di saat bersamaan.

Dwifungsi pengpeng, itulah istilah yang digunakan Rizal yang kala itu menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya. Istilah tersebut mulai ia gunakan setelah media massa mengendus permainan bisnis Wapres JK dan kaitannya dengan sejumlah kasus, termasuk kasus Pelindo II dengan tersangka RJ Lino.

"Di negara lain ada UU untuk mencegah conflict of interest sehingga tidak merugikan rakyat dan negara," tambah Rizal menanggapi pengakuan Menteri Perdagangan soal impor beras.

Masih terkait isu impor beras, beberapa hari lalu Rizal mengatakan bahwa seharusnya Bulog memiliki cadangan stok beras sebanyak 2 sampai 2,5 juta ton yang bisa digelontorkan untuk mengatasi kenaikan harga beras di daerah-daerah. Artinya, Bulog bisa mengintervensi dengan melakukan operasi pasar sehingga menekan harga.

Rizal menyayangkan Bulog yang saat ini tidak aktif. Ia mencontohkan, Bulog hanya membeli 58 persen atau sekitar 1 juta ton beras dari petani pada tahun 2017. Ia pertanyakan mengapa Bulog tidak membeli 2 sampai 2,5 juta ton beras untuk stok dalam negeri.

"Karena kalau beli dari rakyat 2,5 juta ton jadi enggak ada kebutuhan untuk impor. Perlu kalian pertanyakan kenapa Bulog tidak beli sesuai target, apa alasannya, sengaja? Kalau sengaja, saya kasihan sekali. Pemerintahan Jokowi dikerjain nih," ungkap dia. [ald]

Komentar Pembaca
Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

, 16 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00