Hanura

Paparkan Kegiatan Dewan, Bamsoet Ingin Denyut Nadi DPR Kedengaran

 SABTU, 03 FEBRUARI 2018 , 00:31:00 WIB | LAPORAN: UJANG SUNDA

Paparkan Kegiatan Dewan, Bamsoet Ingin Denyut Nadi DPR Kedengaran

Foto/Net

RMOL. Ketua DPR Bambang Soesatyo ingin agar hasil kerja para anggota DPR dapat diketahui publik secara gamblang. Makanya, dia membuat tradisi baru, yaitu menyajikan laporan hasil kerja Dewan setiap pekan ke publik.
"Ini laporan mingguan kegiatan komisi-komisi, AKD (Alat Kelengkapan Dewan), Pansus (Panitia Khusus), serta Panja (Panitia Kerja) di DPR. Sementara belum lengkap. Tapi, Insya Allah pekan depan denyut nadi kegiatan DPR setiap hari akan saya laporkan," ucap Bamsoet, sapaan Bambang lewat penjelasan tertulisnya, Jumat (2/2).

Dalam laporan itu, dituliskan kegiatan-kegiatan DPR di Senayan. Mulai dari Komisi I yang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada 30 Januari 2018.

"Komisi I mendorong KPI Pusat mengoptimalkan koordinasi dengan semua pihak, antara lain dengan penyelenggara Pemilu dan Dewan Pers sehingga tayangan program siaran dan iklan politik Pilkada 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019 di media penyiaran lebih objektif dan berimbang," jelasnya.

Kemudian, Komisi III menggelar rapat kerja (Raker) dengan Menkumhan pada 25 Januari 2018. Hasilnya, kata Bamsoet, Komisi III dan Menkumham sepakat dilakukan evaluasi terhadap kebijakan Perpres Nomor 21/2016 tentang Bebas Visa kunjungan. Komisi III juga menggelar Raker dengan Jaksa Agung pada 31 Januari 2018.

"Komisi III mengapresiasi program ‘Jaksa Menyapa’ dan program lainnya yang bertujuan mewujudkan kehadiran institusi kejaksaan dalam membantu menyelesaikan permasalahan hukum yang dihadapi masyarakat," ucapnya.

Selanjutnya, Komisi VII menggelar Raker dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 31 Januari 2018. Kata Bamsoet, dalam Raker itu dibahas realisasi anggaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, keberhasilan penanggulangan kabut asap, dan peningkatan serapan kerja di bidang kehutanan dari 472.000 orang pada 2015 menjadi 738.684 orang pada 2017.

Terakhir, tentang kegiatan Komisi VI. Komisi bidang perdagangan, perindustrian, dan BUMN ini cukup banyak melakukan kegiatan. Pada 24 Januari, menggelar RDP dengan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Dirut PT Perkebunan Nusantara III, Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia, Dirut Perum Perhutani, dan Dirut Perum Bulog. Kemudian, pada 29 Januari menggelar RDP dengan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN serta Dirut PT Pertamina, PT PGN, dan PT Inalum.

Pada 30 Januari, ada RDP lagi. Kali ini dengan Deputi Bidang Restruktrurisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN serta para Dirut PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia.

"Di rapat itu, Komisi VI meminta Deputi Bidang Restruktrurisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN melakukan koordinasi dengan kemeterian terkait supaya menugaskan PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia dalam kegiatan uji kelayakan, jasa survei, dan konsultan terhadap pelaksanaan proyek-proyek pekerjaan strategis nasional, termasuk proyek ketahanan dan pengamanan negara," tandasnya. [nes]

Komentar Pembaca
Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

, 16 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00