Hanura

Rizal Ramli Punya Cara Indonesia Jadi Mangkok Pangan Asia Tenggara Dan Asia Selatan

 SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 19:29:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rizal Ramli Punya Cara Indonesia Jadi Mangkok Pangan Asia Tenggara Dan Asia Selatan
RMOL. Ekonom senior, Dr Rizal Ramli, menginginkan Indonesia menjadi mangkok pangan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Tak hanya mimpi, Rizal punya terobosan agar apa yang diharapkannya itu bisa terwujud.
"Saya ingin Indonesia jadi mangkok pangan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kenapa? Musimnya bagus kok, matahari ada, hujan ada. Nah, kamu kebayang enggak di Skandinavia matahari terbit hanya tiga bulan dalam setahun, mesti tanam dan menyimpan hasilnya untuk kebutuhan setahun. Kita bisa panen tiga kali dalam setahun," kata Rizal kepada wartawan usai menghadiri acara panen raya yang diselenggarakan Sahabat Tani di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Serang, Banten, Selasa (13/2).

Dengan musim panen tiga kali dalam setahun, kata Rizal, Indonesia tidak akan kekurangan stok beras. Tapi, perlu dilakukan sejumlah langkah memperbaiki jaringan irigasi serta membuka 2 juta hektar sawah baru untuk meningkatkan produksi padi nasional.

"Saya ingin Mentan dan pemerintah bangun sawah baru 2 juta hektar di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, sebagian Sumatera, dan Membramo di Papua yang sangat subur. Kalau 2 juta hektar, kita bisa bangun tiga tahun. Caranya, para buruh tani yang tidak miliki lahan ditempatkan di sana atau transmigrasi ke daerah itu," kata mantan penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu.

"Kalau itu bisa dilakukan, misalnya produksi 4 juta ton per hektar, itu bisa jadi 8 juta ton, kita surplus. Jadi, kalau ada el nino yang bisa mengurangi 3 juta ton gabah, itu tidak masalah, karena kita masih punya surplus 5 juta ton," sambung dia.

Selain itu, tambah RR, perlu ada kebijakan yang mendukung perbaikan kesejahteraan petani. Misalnya, Bulog membeli gabah langsung dari petani sehingga petani bisa menerima utuh harga jual gabah seperti yang ditetapkan karena tidak dipotong oleh tengkulak. Pengadaan bibit padi unggul dan subsidi pupuk bagi petani adalah pekerjaan lain yang harus dilakukan.

Menko Perekonomian dan Kepala Bulog di era Pemerintahan Gus Dur ini menambahkan, kelebihan beras yang ada bisa digunakan untuk membantu negara tetangga yang membutuhkan. Hal ini seperti terjadi di zaman Soeharto, di mana Indonesia bisa memberi pinjaman beras ke Vietnam.

"Di negara lain, kalau tidak ada beras atau kebutuhan pangan masyarakat terganggu, negaranya bisa jatu. Jadi, kekuatan buat Indonesia adalah diplomasi pangan, karena kita surplus 8 juta ton. Kalau kita banyak membantu negara lain dengan beras, untuk kasus Palestina misalnya, sikap negara-negara lain pasti ikut Indonesia karena pangan mereka tergantung kita," ujar tokoh yang disebut sejumlah lembaga survei pantas menjadi Cawapres buat Jokowi di Pilpres 2019 ini. [ald]

Komentar Pembaca
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Antri Tanda Tangan

Antri Tanda Tangan

, 18 SEPTEMBER 2018 , 03:45:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar<i>!</i>
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi
Golkar: Kedok <i>#2019GantiPresiden</i> Sekarang Terbuka
Gatot Nurmantyo Faktor Penentu Kemenangan Pilpres
Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Suara Publik25 September 2018 05:46

Prajurit TNI-Polri Tidak Boleh Terbawa Arus Isu Pemilu
Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Nusantara25 September 2018 05:11

Antara Etika Dan Strategi Politik

Antara Etika Dan Strategi Politik

Suara Publik25 September 2018 04:45