Hanura

Rizal Ramli: Kalau Tidak Berubah Ekonomi Makin Nyungsep

 KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 , 19:37:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Rizal Ramli: Kalau Tidak Berubah Ekonomi Makin <i>Nyungsep</i>

Foto/Istimewa

RMOL. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden RI Abdurahman Wahid, Rizal Ramli bersilaturahmi dan berdialog dengan pedagang kecil di restoran Kopi Es Tak Kie, Kawasan Glodok, Jakarta Barat, Kamis (15/2).
Kehadiran pria yang disapa RR ini atas undangan punggawa Cakra Buana, Yongki. Kehadiran RR juga sekaligus untuk ikut memeriahkan perayaan Imlek.

"Sebetulnya kan besok perayaan Imlek. Tapi besok saya mesti ke Pasuruan. Saya diundang oleh kawan-kawan Cakra Buana buat ngopi di tempat ngopi bersejarah ini. Jadi hari ini saya sempatkan datang kesini. Tempat ini sangat terkenal disini," ujar RR di lokasi.

RR menjelaskan undangan tersebut juga tidak terlepas dari keresahan kondisi ekonomi bangsa yang kian merosot dan berimbas pada pedagang kecil.

Menurut RR dari diskusi tersebut, para pedagang kecil mengaku penjualan mereka tidak sebagus tahun sebelumnya. Mereka, kata RR juga gelisah dengan keadaan ekonomi sekarang.

Para pedagang dan Cakra Buana, sambung RR menginginkan adanya perbaikan ekonomi bangsa.

"Mereka betul-betul ingin perbaikan. Mereka juga kepengen lah bahwa ada perubahan nasib teman-teman Cakra Buana sendiri, dan sama nasib rakyat Indonesia," ujar RR.

Kegelisahan Cakra Buana itu menurut RR bukanlah tanpa alasan. Terlebih pada awalnya, Cakra Buana merupakan bagian dari pemenangan Jokowi yang saat Pilgub Jakarta dan Pilpres 2014 lalu.

Menurut ekonom senior ini jika pegelolaan ekonomi masih sama seperti sekarang ini, maka bisa diprediksi kondisi ekonomi dua tahun ke depan tidak akan jauh beda dengan kondisi ekonomi dua tahun belakangan.

"Tapi seandainya Pak Jokowi mau meninggalkan garis kebijakan ekonomi neoliberal sama Bank Dunia, Pak Jokowi punya kesempatan untuk memperbaiki ekonomi," ungkapnya.

Lebih lanjut RR menilai yang dilakukan tim ekonomi Jokowi saat ini hanyalah pengetatan anggaran dan memburu pajak yang banyak. Padahal menurut dia, langkah tersebut justru membuat ekonomi bangsa semakin merosot.

"Kalau ekonomi lagi melambat, dikasih obat pengetatan, malah dipotong anggaran, malah diuber pajaknya, malah ekonomi makin nyungsep, makin stagnan. Jadi kalau begini terus, dua tahun terakhir udah stagnan, nyungsep, terutama untuk menengah ke bawah, ini bakal berlanjut sampai dua tahun lagi," tutup pria yang juga dikenal dengan jurus Rajawali Ngepret ini. [nes]


Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Atraksi Kembang Api

Atraksi Kembang Api

, 19 AGUSTUS 2018 , 05:36:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00