Hanura

Rupiah Anjlok, Tanda-tanda Daya Beli Masyarakat Akan Tertekan

 SABTU, 10 MARET 2018 , 15:26:00 WIB | LAPORAN: YANTI MARBUN

Rupiah Anjlok, Tanda-tanda Daya Beli Masyarakat Akan Tertekan

Rizal Ramli/RMOL

RMOL. Beberapa waktu terakhir kurs rupiah atas dolar AS melemah dan menyentuh angka Rp 13.800 per dolar AS.
Ekonom senior Dr. Rizal Ramli menilai melemahnya rupiah merupakan tanda-tanda daya beli masyarakat kembali mengalami tekanan. Hal ini pun semakin memperlambat pertumbuhan ekonomi.

"Daya beli terutama golongan menengah ke bawah anjlok. Dan belum ada tanda-tanda ada kebangkitan daya beli masyarakat," kata RR sapaan akrab Menko Prekonomian era Presiden Gus Dur ini.

Pernyataan itu disampaikan RR saat menjadi pembicara dalam Orasi Ilmiah bertajuk "Dinamika Perekonomian Indonesia Tantangan dan Peluang Dalam Disrupsi Ekonomi", di kampus STIE Ahmad Dahlan Jakarta, Jalan Ciputat Raya, Tangerang Selatan, Sabtu (10/3).

Kemudian, lanjut RR, saat ini Indonesia tengah menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, yang mengakibatkan Bank Indonesia harus mengeluarkan 3,8 miliar dolar AS untuk menahan agar angka rupiah tidak di bawah Rp 13.800 per dolar AS.

"Kalau BI tidak habiskan devisa rupiah, ini dah anjlok lebih jauh lagi. Jadi ada kelemahan struktural, di dalam maupun luar negeri ternyata pemerintah enggak jelas arahnya mau kemana," demikian RR.

Tokoh perubahan Rizal Ramli telah menyatakan kesiapan dirinya sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019.

"Saya siap memimpin Indonesia agar lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera," ujar RR di kediamannya, Jalan Bangka IX No 49R, Jakarta Selatan (Senin, 5/3).

RR yang dijuluki "Capres Rakyat" diyakini bisa memperbaiki ekonomi dan perubahan politik.

Salah satu yang membuat RR merasa terpanggil adalah fakta bahwa Presiden sering diintervensi oleh kekuatan besar, baik dari dalam maupun luar negeri. Akibatnya, banyak kebijakan yang sebetulnya bagus dibatalkan. Ekonomi Indonesia yang stagnan di angka 5 persen dalam tiga tahun terakhir, misalnya, adalah contoh benderang betapa besarnya kekuatan yang mengintervensi Presiden.

"Hal-hal seperti inilah yang mendorong saya memutuskan siap memimpin Indonesia. Dengan potensi SDA yang berlimpah, rakyat yang rajin dan ingin bekerja, saya yakin Indonesia bisa tumbuh 10 persen dalam periode 2019-2024. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, akan banyak tersedia lapangan kerja, upah meningkat, dan kemiskinan akan berkurang," ungkap Rizal Ramli. [rus]

Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00