Hanura

SURVEI SDI

Dinasti Politik Pengaruhi Suara Ichsan Limpo-Andi Mudzakkar

 MINGGU, 11 MARET 2018 , 21:53:00 WIB | LAPORAN:

Dinasti Politik Pengaruhi Suara Ichsan Limpo-Andi Mudzakkar

Ilustrasi/Net

RMOL. Lembaga survei Sinergi Data Indonesia (SDI) kembali merilis hasil riset tentang peta kekuatan Calon Presiden di kantong suara Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Survei SDI ini dilaksanakan di 24 Kabupaten/Kota pada 14-20 Febaruari 2018. Adapun survei dilakukan terhadap 1000 responden dengan metode wawancara. Margin of error survei ini sebesar 3,16 persen pada tingkat kepercayaan 95 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random of sampling.

Direktur SDI, Barkah Pattimahu, menjelaskan bahwa hasil polling di survei ini masih didominasi oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Jokowi sebagai capres didukung oleh pemilih Sulsel sebesar 53.80 persen, disusul Prabowo Subianto 20.10 persen, sementara calon lain yang ikut meramaikan bursa masih di bawah 3 persen,” kata dia dalam pemaparan hasil survei SDI yang bertajuk “Peta Pilpres di Kantong Golkar: Potret Pilkada Sulsel” di kantornya, Jakarta, Minggu (11/3).

Meski di posisi puncak, dukungan kepada Joko Widodo di Sulsel masih di bawah perolehan suara pada Pilpres 2014 lalu yang mencapai 71.41 persen. Begitu juga Prabowo Subianto yang mendapatkan raihan 28.59 persen.

Sementara untuk polling yang dilakukan terkait Pilkada Sulsel, didapatkan ada tiga pasangan calon yang bersaing ketat. Mereka yakni, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang meraih dukungan suara 27.50 persen. Kemudian disusul Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakkar dengan elektabilitas mencapai 24.80 persen. Posisi ketiga ada Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman 21.20 persen dan Agus Arifin Nu’mang-Tanri Bali Lamo 8.9 persen, serta suara yang masih belum memutuskan 17.60 persen.

"Berdasarkan survei yang pernah dilakukan oleh SDI pada Desember 2017, raihan suara Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar mencapai 30.30 persen," jelasnya.

Dengan demikian, suara pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar mengalami penurunan di survei Fabruari 2018. Hal berbeda terjadi pada Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakkar yang di survei sebelumnya hanya meraih 22.30 persen dan sekarang melonjak menjadi 24.80 persen.

"Turunnya suara Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar ditengarai karena penolakan publik atas politik kekerabatan atau dinasti di Sul-Sel. Sebagai isu nasional, penolakan atas politik kekerabatan/dinasti terkonfirmasi dalam survei SDI, dimana lebih dari separuh atau 62.29 persen pemilih tidak menyetujui politik kekerabatan/dinasti. Hanya 23.49 persen yang menyatakan setuju,” paparnya.

Dukungan impresif terjadi pada Nurdin Halid-Aziz Kahhar Mudzakkar. Barkah berpendapat, meski diterpa isu korupsi masa lalu, masyarakat Sulsel masih terbuka bagi mereka yang pernah tersandung kasus hukum.

"Sebanyak 40.90 persen pemilih yang menyatakan mereka yang pernah tersandung hukum dapat diberi kesempatan sebagai pemimpin, dan sebanyak 42.70 persen yang menyatakan tidak dapat diberi kesempatan untuk memimpin,” tegas Barkah.

Sementara Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman, punya tantangan tersendiri. Masyarakat menilai pengalaman memimpin kabupaten bukan jaminan keberhasilan dalam memimpin provinsi atau sebagai Gubernur.

"Sebanyak 46.90 persen menyatakan pengalaman sebagai bupati tidak menjadi jaminan atau tolak ukur keberhasilan memimpin provinsi, sementara 33.10 persen menyatakan hal itu dapat menjamin keberhasilan memimpin provinsi," jelasnya.

Mayoritas pemilih Sulsel adalah pemilih rasional. Dari survei yang dilakukan SDI, diketahui ada 50.60 persen pemilih rasional, sementara 26.40 persen adalah pemilih sosiologis dan 19.20 persen adalah pemilih psikologis.

"Dari 21.20 persen pemilih Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, sebanyak 54.59 persen adalah pemilih rasional. Nurdin Halid-Aziz Kahhar Mudzkkar juga mendapat dukungan terbesar atau 52.00 persen pemiihnya adalah rasional, sementara Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar sebanyak 45.84 persen dari pendukungnya adalah pemilih rasional,” jelasnya.

Dua pasangan yang punya peluang besar meraih suara pemilih rasional adalah Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakkar dan Nurdin Abdullah- Andi Sudirman Sulaiman. Karena pemilih Sulsel menginginkan pemimpin dari latar belakang tokoh agama dan pengusaha.

"Mereka yang menginginkan pemimpin dari kalangan tokoh agama sebesar 29.30 persen dan pengusaha 18.90 persen. Pasangan Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakar adalah cermin dari dua latar belakang yang banyak diinginkan oleh pemilih,” tandasnya. [sam]

Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00