Hanura

Dewan Heran Bulog Ogah-Ogahan Serap Gabah Petani

 SENIN, 12 MARET 2018 , 02:54:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Dewan Heran Bulog <i>Ogah-Ogahan</i>  Serap Gabah Petani

Foto/Net

RMOL. Anggota Komisi IV DPR Ono Surono menganggap kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman selama ini cukup moncer terkait penanganan stok beras. Sayangnya prestasi itu tidak terlihat lantaran hasil produksi petani tidak diserap baik oleh Bulog.
Ono melihat selama ini Bulog terkesan enggan menyerap gabah petani yang sekarang sedang memasuki tahap panen raya. Padahal penyerapan sangat penting untuk memperkuat cadangan beras pemerintah yang masih tipis. Akibatnya stok nasional sering kali dianggap minus dan harga beras pun bergejolak.

"Dengan situasi saat anggaran pertanian sudah jauh lebih meningkat dan kinerja Menteri Pertanian yang sudah bagus, yaitu Beliau memaksimalkan dari sisi produksi sehingga setiap tahun terus meningkat. Juga pembukaan lahan baru. Tapi, masalah yang timbul (kenaikan harga pangan) kenapa selalu berulang? Ini pasti ada yang salah dari sisi distribusi dan penyerapan," kata Ono di Jakarta, Minggu (11/3).

Ono mengaku menemukan cukup banyak masalah dari hasil pemantauannya politisi PDIP ini di lapangan. Salah satunya terkait harga gabah yang kini sudah mulai turun tetapi harga beras tetap tinggi.

"Di beberapa lokasi, termasuk dapil saya, itu sudah mulai panen. Tetapi, di sisi lain, tidak terjadi penurunan signifikan terhadap harga beras," ungkapnya.

Dengan produksi padi yang melimpah, lanjut Ono, rasanya cukup wajar jika ada penurunan harga beras. Harga beras yang stabil dinilai tidak akan merugikan petani bila dibarengi dengan penyerapan gabah yang cepat. Ono tidak menampik bila Bulog melakukan operasi pasar. Sayangnya penyerapan gabah dinilai tidak efektif dan berkelanjutan.

"Dia (Bulog) paham, operasi pasar itu tersendat karena stok beras di gudang Bulog menipis. Tapi, itu bukan salah Kementan. Sebab, produksi dari petani sudah bagus. Yang justru terjadi, Bulognya ogah-ogahan menyerap gabah petani," ujarnya.

Menurut Ono Bulog selalu beralasan tidak bisa membeli karena harga gabah di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.700 per kilogram. Padahal, Pemerintah sudah memberi fleksibilitas sebesar 20 persen, sehingga Bulog bisa membeli gabah petani sampaj Rp 4.400 per kilogram.

Atas hal itu Ono mengimbau Bulog agar segera memperbaiki kinerja. Ia yakin target pemerintah menyerap 4,4 juta ton gabah hingga Juni 2018 nanti akan tercapai.

"Karena gabah di petani jumlahnya sangat cukup memenuhi kebutuhan nasional," pungkasnya. [nes]

Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00