Hanura

Waspada Pencucian Uang Kejahatan Di Dana Kampanye

 SENIN, 12 MARET 2018 , 03:57:00 WIB | LAPORAN: SWARA SETIA

Waspada Pencucian Uang Kejahatan Di Dana Kampanye

Ilustrasi/Net

RMOL. Dana kampanye harus diawasi dengan benar agar uang hasil kejahatan tidak masuk dalam kontestasi politik baik Pilkada, Pileg maupun Pilpres.
Pakar Hukum Pidana, Yenti Gernasih mengungkapkan pengawasan tersebut dilakukan agar kontestasi politik di Indonesia bersih.

"Diatas segalanya adalah pendanaan terhadap harus dibahas dan harus diawasi supaya Pilpres, Pileg dan Pilkada bersih dari suap hasil kejahatan," ujarnya dalam diskusi "Pilpres 2019 Terganjal Calon Tunggal?..." di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Minggu (11/3).

Selain itu dirinya meminta untuk partai politik mengungkapkan dari mana asal uang yang digunakan untuk berkampanye. Hal ini, sambung Yenti agar terhindar dari pencucian uang dari hasil korupsi maupun bisnis yang berhubungan dengan narkoba dan kejahatan lainnya.

Menurutnya jika sampai dana kampanye tercampur dengan hasil korupsi dan narkoba itu dapat diartikan sebagai perlindungan terhadap koruptor dan pelaku tindak pidana lainnya atau sama saja jika pemilu menjadi tempat untuk pencucian uang dari hasil kejahatan.

Belum lagi ancaman lemahnya penegakan hukum karena calon terpilih melindungi para donator kampanye hasil pencucian uang.

"Apakah ada artinya sebuah demokrasi kalau pada akhirnya siapapun yang terpilih dananya itu tidak jelas dan apalagi dananya itu hasil korupsi dan narkotika. Jadi koruptor atau yang menyimpan uang hasil korupsi uang narkotika bisa aman," tukasnya. [nes]



Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00