Hanura

Dengar Curhat Karyawan Freeport, OSO Mau Ke Papua

 SENIN, 12 MARET 2018 , 16:20:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Dengar Curhat Karyawan Freeport, OSO Mau Ke Papua

Oesman Sapta Odang bersama perwakilan karyawan Freeport/RMOL

RMOL.  PT Freeport Indonesia (PT FI) merumahkan sekitar  3.000 karyawannya saat sempat berhenti beroperasi pada Februari 2017 lalu.
Pemberhentian sementara operasi Freeport mengusul izin ekspor tambang antara perusahaan asal Amerika Serikat itu dengan pemerintah.

Saat ini para pekerja yang masih dirumahkan mempertanyakan nasib mereka, apalagi sejumlah fasilitas mulai dicabut seperti tunjangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Padahal mereka merasa belum ada pernyataan resmi mengenai pemberhentian hubungan kerja (PHK).

Terkait problema yang dihadapi para pekerja tersebut, Ketua DPD RI, Oesman Sapta meminta jajaran direksi PT Freeport segera menuntaskan.

"Freeport harus sejalan dengan keinginan pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi, yang sedang berupaya membangun Papua agar sejajar dengan daerah lain," kata Oesman Sapta saat menerima perwakilan PT Freeport dan sejumlah karyawan yang dirumahkan, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (12/3).

Menurut dia,  Presiden Jokowi sudah bekerja keras membangun Papua secara keseluruhan. Sehingga disayangkan jika tiap hari ribut.

"Kalau terus seperti ini, ya repot," ujarnya.

Untuk itu  kata OSO, begitu dia akrab disapa, berencana menindaklanjuti pertemuan ini datang langsung ke Papua.

"Saya akan ke sana langsung. Saya ingin tahu apa kemauan para karyawan, dan apa solusi yang bisa diberikan sama perusahaan," ucapnya.

Seharusnya tegas Oesman, Freeport tidak lagi fokus ekspor impor di satu bidang usaha saja, tapi bisa bermanfaat pula warga sekitarnya.

"Padahal sumber dayanya cukup banyak, kalau bisa dibuat kan bisa juga mengakomodir warga disana untuk bekerja, apa harus saya yang buat pabrik. Jadi saya minta sudahilah keributan ini. Mari kita bicara bersama, cari solusinya. Dan ingat, Papua dengan SDM yang melimpah, harus bisa maju seperti daerah lain," demikian Oesman.[wid]

Komentar Pembaca
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Antri Tanda Tangan

Antri Tanda Tangan

, 18 SEPTEMBER 2018 , 03:45:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar<i>!</i>
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi
Golkar: Kedok <i>#2019GantiPresiden</i> Sekarang Terbuka
Gatot Nurmantyo Faktor Penentu Kemenangan Pilpres
Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Suara Publik25 September 2018 05:46

Prajurit TNI-Polri Tidak Boleh Terbawa Arus Isu Pemilu
Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Nusantara25 September 2018 05:11

Antara Etika Dan Strategi Politik

Antara Etika Dan Strategi Politik

Suara Publik25 September 2018 04:45