Hanura

Ini Yang Bikin Kejaksaan Agung Seolah Underbow Nasdem

 SELASA, 13 MARET 2018 , 16:41:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Ini Yang Bikin Kejaksaan Agung Seolah Underbow Nasdem

Muhammad Prasetyo/net

RMOL. Tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung begitu rendah. Salah satu kesan negatif yang ditangkap publik yaitu seolah Korps Adhyaksa menjadi organisasi sayap sebuah partai politik.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. Menurut dia, sesungguhnya kinerja Kejagung tidak terlalu buruk. Tapi, ada hal yang membuat tingkat kepuasan publik cukup rendah terhadap lembaga itu, seperti dilaporkan banyak lembaga survei berada di kisaran 40 persen.

"Ya, kinerja Kejagung cukup bagus menurut pandangan saya. Cuma ada satu catatan yang banyak masuk ke saya, seakan Kejagung underbow (organisasi sayap) Partai Nasdem," kata Arief kepada wartawan, Selasa (13/3).

Ia menyinggung background Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo, yang pernah menjadi kader partai besutan Surya Paloh itu. Fakta itulah yang menurut dia membuat banyak kepala daerah bergabung ke Nasdem, dengan harapan kasus-kasus korupsinya tidak diungkit. Untungnya, masih ada KPK dan Polri yang netral dalam penegakan hukum.

"Contoh saja kader Nasdem yang maju di Pilgub Lampung mungkin bisa kebal dari jangkauan Kejaksaan tapi enggak kebal dicopot KPK. Begitu juga di Kalimantan Barat, seperti Bupati Melawi yang dekat dan diusung PDIP, langsung gabung Nasdem dan jadi Ketua DPC Nasdem, mungkin juga takut ada masalah hukum," ungkap Arief.

Arief menambahkan indikasi lain, yaitu pernyataan calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang juga diusung Partai Nasdem. Ridwan pernah mengatakan, alasannya menerima Nasdem adalah karena partai itu memiliki media massa dan perlindungan hukum dari Kejagung.

"Jadi isu-isu tentang opini publik yang menyatakan Kejaksaan Agung seperti underbow Nasdem jadi benar," ucap Arief.

Ia menilai M. Prasetyo sudah berusaha profesional dalam menjalankan tugas. Apalagi, Prasetyo merupakan mantan jaksa karir yang kemudian bergabung ke Partai NasDem setelah masa pensiun.

"Hanya kelihatannya Jaksa Agung banyak tekanan, sehingga lembaga yang dipimpinnya kurang garang kayak KPK. Kinerjanya kurang greget dalam pemberantasan korupsi Juga, karena anggaran Kejagung sangat minim khusus dalam penanganan korupsi," urai Arief. [ald]

Komentar Pembaca
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Antri Tanda Tangan

Antri Tanda Tangan

, 18 SEPTEMBER 2018 , 03:45:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar<i>!</i>
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi
Golkar: Kedok <i>#2019GantiPresiden</i> Sekarang Terbuka
Gatot Nurmantyo Faktor Penentu Kemenangan Pilpres
Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Suara Publik25 September 2018 05:46

Prajurit TNI-Polri Tidak Boleh Terbawa Arus Isu Pemilu
Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Nusantara25 September 2018 05:11

Antara Etika Dan Strategi Politik

Antara Etika Dan Strategi Politik

Suara Publik25 September 2018 04:45