Hanura

Megawati Diminta Bicara Ke Jokowi Untuk Undang Ketum Parpol

 RABU, 14 MARET 2018 , 20:49:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Megawati Diminta Bicara Ke Jokowi Untuk Undang Ketum Parpol

Megawati Soekarnoputri/net

RMOL. MPR RI dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sepakat mengembangkan rencana amandemen terbatas UUD 1945 terkait wewenang MPR membuat Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).
Presiden Joko Widodo akan diajak bicara dan diminta mengumpulkan semua ketua umum partai politik (parpol) yang memiliki fraksi di MPR untuk membahas.

Demikian dikatakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan di MPR, Ahmad Basarah, kepada wartawan usai pertemuan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/3).

Dalam pertemuan pimpinan MPR dengan BPIP, hadir Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Mega menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar di BPIP.

Kepada wartawan, Basarah menjelaskan arah dari pertemuan tersebut.  Menurut dia, selama ini banyak aturan hukum yang tak senafas dengan Pancasila sebagai dasar negara. Begitu pula dalam praktik tata negara, ada lembaga negara yang posisinya masih kurang jelas. Dari situ dirasakan perlu amandemen UUD 1945.

Tapi, Basarah menjamin amandemen kali ini berbeda dengan amandemen periode 1999-2002, di mana hampir semua substansi UUD 1945 diubah.

"Kali ini disimpulkan bahwa amandemen terbatas soal eksistensi dan kewenangan hukum MPR menyusun haluan negara," kata Basarah.

Semua fraksi dan pimpinan MPR sepakat agar Megawati berbicara ke Presiden Jokowi untuk mengundang ketua-ketua umum parpol agar menyamakan persepsi soal amandemen terbatas khusus pasal soal MPR.

"Kesimpulan kesepakatan amandemen terbatas akan di-follow up dengan cara presiden mengundang ketum parpol untuk bicara amandemen," ujarnya.

Dari situ diharapkan agar ketua umum parpol menginstruksikan anggotanya melanjutkan proses amandemen terbatas yang saat ini terhenti, karena ada juga usulan lain seperti penguatan wewenang Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

"Dengan pertemuan ini, dipastikan bahwa ruang lingkup amandemen hanya soal wewenang MPR membuat Haluan Negara," tegas Basarah.

Dijelaskan juga oleh Basarah, hampir dua jam dalam pertemuan tertutup itu Megawati banyak berbicara soal berbagai permasalahan bangsa dan solusi kenegaraan yang sebaiknya diambil. [ald]

Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00