Verified
Hanura

IAL: Untuk Keselamatan Penerbangan Pengawasan Pemerintah Belum Maksimal

 JUM'AT, 13 APRIL 2018 , 13:20:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

IAL: Untuk Keselamatan Penerbangan Pengawasan Pemerintah Belum Maksimal

Edi Hasibuan/Net

RMOL. Pelayanan jasa transportasi udara Indonesia masih dikeluhkan masyarakat.

Direktur lembaga pemerhati hukum dan tranportasi udara, Indonesian Air Law (IAL) Edi Hasibuan meminta pemerintah bersikap tegas terhadap perusahaan penerbangan dan asuransi yang membandel.

Edi menjelaskan hasil penelitian IAL pengawasan pemerintah masih belum maksimal. Sesuai pasal 25 Permenhub nomor 77 thn 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Ia menilai masih ada saja perusahaan penerbangan yang mengabaikan pelayanan dan keselamatan penumpang mulai dari ruang tunggu  bandara hingga keluar pesawat.

Edi membeberkan contoh kasus kurangnya pelayanan, antara lain kasus penumpang tersiram air panas oleh pramugari dalam pesawat Garuda. Atas kejadian terseburlt Kosmariam selaku korban menggugat maskapai Garuda sebesar Rp1.25 milyar untuk material dan Rp10 milyar untuk ganti rugi imaterial sesuai permenhub no.77 tahun 2011.

"Pelayanan perusahan penerbangan masih  memperihatinkan. Seringkali masyarakat merasa dirugikan dan ironisnya pemerintah sebagai pengawas tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap Edi dalam keterangan tertulis, Jumat (13/4).

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Pecahkan Kode Perempuan

Pecahkan Kode Perempuan

, 19 OKTOBER 2018 , 04:43:00

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

, 18 OKTOBER 2018 , 03:54:00

Ketua Umum PAN Setuju Uang Saksi Dibiayai Negara