Hanura

Syahganda: Di Indonesia Pak Ogah Saja Disebut Pekerjaan

 SELASA, 17 APRIL 2018 , 16:44:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Syahganda: Di Indonesia Pak Ogah Saja Disebut Pekerjaan

Foto/Net

RMOL. Pemerintah harus memahami kembali soal definisi kerja dalam konteks sesuatu yang dilakukan seseorang untuk mencari penghasilan atau disebut pekerja.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Syari'ah PPMI 98 Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik dengan tajuk "Menolak Perpres 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing" di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (17/4).

"Kerja di kita beda dengan pemikiran orang waras, kerja di kita selalu diartikan sebagai orang yang keluar rumah 1 sampai 4 jam untuk mencari makan, itu sudah disebut kerja," ujar Syahganda.

Syahganda menjelaskan bahwa definisi kerja itu merupakan orang yang bekerja 35 jam per minggu dengan gaji atau penghasilan yang pasti.

Sementara di Indonesia, pengkategorian pekerja terlalu sempit. Dengan penghasilan tidak pasti dan jam kerja di bawah seharusnya saja terdata sebagai pekerja.

"Bahkan Pak Ogah yang ada di jalan yang minta gopek itu, dalam statistik kita disebut sebagai pekerjaan atau kerja," tukasnya. [rus]

Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00